Berita

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Yaya Nur Hidayati/Net

Politik

IMB Dan Amdal Hambat Investasi, Bukti Pemerintah Tak Paham Masalah

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 03:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah harus berpikir ulang dalam merealisasikan wacana penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) hanya karena alasan menghambat investasi.

Menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Yaya Nur Hidayati, alasan tersebut tak berdasar.

"Penghapusan IMB dan Amdal sebagai alasan untuk mempermudah investasi itu didasarkan pada asumsi, dan tidak berdasarkan pada kajian yang jelas," tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/11).


Yaya justru khawatir dengan kebijakan pemerintah yang dinilai gegabah itu justru akan menimbulkan konflik agraria yang bakal menjadi-jadi.

"Kebijakan yang diambil berbasis asumsi sangatlah berbahaya, karena alih-alih menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah baru dan konflik di masa depan," sesalnya.

Lebih lanjut, Yaya menilai pemerintah dalam hal ini Kementerian ATR/BPN tidak memiliki orientasi yang jelas. Kementerian ATR/BPN seperti tak paham dengan permasalahan yang dihadapi.

"Orientasinya tidak jelas, dan dari sini terlihat bahwa Kementerian ATR/BPN tidak mengerti dan memahami permasalahan. Lalu, masalah saja nggak paham, bagaimana bisa memberikan solusi?" demikian Yaya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya