Berita

Pengacara Dedi Junaidi saat melaporkan Sukmawati/Net

Politik

Ternyata Bukan Jaya Suprana Yang Laporkan Sukmawati Ke Mabes Polri

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 13:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Budayawan Jaya Suprana sempat gelisah. Lewat pesan singkat yang dikirimkannya pagi tadi (20/11), Jaya Suprana bertanya kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, apakah ada politikus Partai Demokrat yang juga bernama Jaya Suprana.

“Mohon pencerahan Anda,” katanya menutup pesan.

Pertanyaan itu diajukan Jaya Suprana terkait pemberitaan di berbagai media yang menyebutkan seorang politisi Partai Demokrat bernama Dian Pranajaya kemarin (Selasa, 19/11) ikut melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Mabes Polri karena dinilai melakukan penistaan terhadap agama.


Sebuah media massa berbasis internet menurunkan berita dengan judul “Jaya Suprana Ikut Polisikan Sumawati”.

Tempo.co di dalam berita menulis, “Politikus Demokrat Imron Kalali dan budayawan Jaya Suprana melalui kuasa hukumnya Dedi Junaidi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse dan Kriminal Polri.”

Redaksi menghubungi Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan untuk mengetahui apakah benar ada kader partai itu yang bernama Jaya Suprana.

Kepada redaksi, Hinca berjanji akan memeriksa persoalan ini. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan dari Hinca.

Laporan ke Mabes Polri kemarin disampaikan pengacara Dedi Junaidi yang mewakili kliennya, Forum Pemuda Muslim Bima (FPMB).

Kepada redaksi beberapa saat lalu, Dedi Junaidi mengatakan, FPMB dipimpin oleh Imron Kalila. Di antara anggota forum itu ada seorang advokat yang juga kader Partai Demokrat bernama Dian Pranajaya.

Kemungkinan besar, nama Dian Pranajaya inilah yang salah ditulis menjadi Jaya Suprana.

Saat dihubungi Dedi belum membaca berita di berbagai media tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya