Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Erick Ingin BUMN Dipimpin Orang Berakhlak, PKS: Yang Penting Realisasi

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 15:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin orang berakhlak pimpin BUMN mendapat sambutan baik dari PKS.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengurai bahwa ungkapan mantan ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf itu baik dan benar.

“Tapi yang terbaik adalah realisasinya,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (19/11).


Wakil ketua MPR itu mengurai bahwa bagian dari akhlak yang baik adalah karakter seseorang.

“Integritas dan track record yang semuanya juga harus serba baik,” tegasnya.

Sejumlah nama yang dinilai dapat bekerja keras menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien, serta bisa membantu menangani sekaligus mengawasi 142 perusahaan milik negara dipanggil Erick Thohir.

Selain telah memiliki dua wakil menteri yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo serta sejumlah Staf Khusus BUMN, Erick juga sudah memanggil mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, mantan komisioner KPK Chandra Hamzah, dan politisi Partai Golkar Rizal Mallarangeng.

Kata Erick, untuk mengelola aset BUMN sebesar Rp 8.200 triliun, perlu tim kerja yang kompak.

"Yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," ujarnya.

Selain itu, Erick juga pernah memanggil mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan suami Veronica Tan  dikabarkan bakal ditunjuk menjadi salah satu petinggi di BUMN.

Bagi yang menolak politisi PDIP itu, karena statusnya sebagai mantan narapidana kasus penistaan agama. Tidak hanya itu, Ahok juga berpeluang dijerat dalam berbagai dugaan korupsi.

Seperti, kasus RS Sumber Waras, kasus lahan taman BMW, kasus lahan Cengkareng Barat, kasus dana CSR, kasus korupsi di Belitung Timur, kasus reklamasi, kasus dana nonbudgeter, dan kasus penggusuran brutal oleh di Jakarta.

Tidak sedikit juga yang mempermasalahkan watak Ahok saat memimpin DKI Jakarta. Kala itu, Ahok kerap memaki-maki warga yang datang mengadu ke balaikota.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya