Berita

Sukmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Umat Islam Sudah Dilukai Dua Kali, Sukmawati Perlu Belajar Agama Lagi

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 00:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno terus menjadi perbincangan dan menuai reaksi dari berbagai kalangan.

Bahkan, akibat ucapannya tersebut, Sukma dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan menistakan agama Islam.

Menanggapi hal itu, pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Prof Din Syamsuddin menilai wajar jika umat Islam meluapkan kemarahannya.


"Wajar kalau emang ada dari kalangan umat Islam protes bahkan marah kepada Ibu Sukmawati. Karena ini merupakan kejadian yang berikutnya, 2 atau 3 kali," kata Din kepada wartawan di kantornya kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Ia tak habis pikir dengan sikap Sukma tersebut. Sebab sebelumnya, ia sempat meminta kepada masyarakat untuk memaafkan Sukma dalam kasus puisi soal kidung dan azan.

"Nah ini terjadi lagi dan agak besar bobotnya karena menyangkut Nabi Muhammad SAW yang sangat diagungkan oleh umat Islam," ujar mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Baginya, sebesar apapun penghinaan penistaan agama tidak akan mengurangi kemuliaan dan keagungan Islam, Nabi Muhammad SAW, dan Al Quran itu sendiri.

Karena itu, ia berpesan kepada Sukmawati agar tidak mengulangi pernyataan-pernyataan bernada provokatif yang mengarah pada SARA dengan membandingkan Nabi Muhammad.

"Mungkin akan lebih bagus kepada beliau agar mendalami Islam, agama yang sangat diagungkan oleh bapak beliau, Bung Karno, tokoh dunia yang sangat mengagumi Nabi Muhammad SAW," tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya