Berita

Luhut Binsar Pandjaitan dan para menteri/Net

Politik

Luhut Pandjaitan: LRT Jabodebek Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat, Tahun 2021

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 12:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek ditargetkan dapat beroperasional pada tahun 2021.

"Tesnya kan sekarang sudah jalan dari Cibubur sampai Cawang, jadi tes itu diperkirakan enam sampai tujuh bulan ke depan kalau sudah beres tentu tidak ada masalah, langsung nanti beberapa bulan tesnya ini dilakukan," jelas Luhut lewat siaran persnya, Selasa (12/11).

"Bersamaan itu juga sudah mulai sekarang studi ke Bogor jadi kita berharap nanti lebih cepat," tambahnya.


Menko Luhut lantas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait dalam pembangunan proyek LRT ini hingga dapat terwujud sampai saat ini.

"Terima kasih untuk kerja samanya, ini diwujudkan dengan banyak rapat, bahkan rapat terbanyak dengan Menteri Perhubungan. Untuk pembebasan tanah LRT ini juga dibantu dari Kementerian ATR/BPN dan instansi lain yang terlibat," tutur Luhut.

Adapun LRT Jabodebek merupakan proyek pertama yang terintegrasi dengan pengelolaan yang sangat terbuka. LRT ini ditargetkan mampu menampung maksimal 474 ribu penumpang per hari dengan hanya dari Cibubur, dan ini belum termasuk penumpang yang akan menggunakan moda transportasi ini dari Bogor, Depok, Bekasi,  dan juga Cikeas.

Diperkirakan angka ini akan mengurangi kepadatan di Jakarta sampai dengan 30 persen.

LRT Jabodebek menggunakan sistem persinyalan moving block dan sistem operasi grade of automation level 3, dengan demikian pengoperasian moda transportasi ini tidak membutuhkan masinis.

Dengan sistem tersebut, waktu keberangkatan antarkereta dapat mencapai 3 menit. LRT Jabodebek tahap 1 memiliki rute lintas 1 : Cawang-Cibubur, lintas 2 : Cawang-Dukuh Atas, dan lintas 3 : Cawang-Bekasi Timur.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya