Berita

Anies Baswedan inginkan cawagub DKI yang sat visi dengan dirinya/RMOL

Politik

Pesan Anies Untuk Cawagub DKI Jakarta: Jangan Bawa Agenda Sendiri

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 09:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kursi Wakil Gubernur DKI yang kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno karena mengundurkan diri untuk mengikuti Pilpres sampai dengan hari ini tak kunjung diisi kembali.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra selaku pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI 2017 lalu telah menyepakati jatah kursi orang nomor dua DKI itu milik partai PKS.

Belakangan, Partai Gerindra melalui Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengajukan empat nama Cawagub kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.


Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara.

"Iya ya (cawagub) namanya makin banyak ya," kata Anies saat ditemui di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/11).

Bagi Anies, yang terpenting cawagub DKI haruslah yang satu visi dengan Gubernur. "Karena yang menjadi calon wakil itu sekarang tidak ada satupun yang pernah ikut kampanye," lanjut Anies.

"Kalau ikut kampanye, pasti meresapi kan isi janji. Kalau ini kan harus belajar. Jadi pertama, komitmen kepada visi itu, karena itu yang menjadi janji," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Kemudian yang kedua, kata Anies, cawagub tersebut harus bisa diajak kerja sama. "Dan saya percaya, kalau sudah pada fase ini, itu pasti fase orang-orang yang sanggup untuk kerja sama. Dan tegak lurus kepada agenda Gubernur. Jangan bawa agenda sendiri," sindirnya.

"Kalau bawa agenda sendiri, ada deal-deal sendiri, kita tidak tahu tuh nanti seperti apa. Jadi ikut pada apa yang sudah menjadi janji Gubernur," pungkas Anies.

Diketahui, empat nama usulan Partai Gerindra untuk jadi cawagub adalah Arnes Lukman, Ferry Juliantono, Ahmad Riza Patria, dan Saefullah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya