Berita

Presiden Joko Widodo dalam Kongres II Nasdem/RMOL

Politik

Pelukan Paloh-Sohibul Hingga Salaman Megawati Dijawab Gamblang Jokowi

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 21:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Isu keretakan antara Nasdem dengan koalisi Jokowi-Maruf dijawab secara gamblang oleh Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di acara Harlah ke-8 Nasdem di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Mulai dari kedekatan Surya Paloh hingga saat momen terlewatnya salaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh.

"Yang saya hormati, yang saya cintai, yang saya sayangi, Ketua Umum Partai Nasdem Bapak Surya Paloh dan jajaran pengurus dari Sabang sampai Merauke," ujar Jokowi mengawali sambutannya.


Jokowi menegaskan, sindirannya kepada Surya Paloh hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya cemburu terhadap kedekatan Paloh dan orang nomor satu di partai oposisi itu.

"Untuk urusan rangkulan itu hanya masalah kecemburuan saja. Sehabis pidato saya akan memeluk Bang Surya Paloh," ujar Jokowi.

"Kalau niatnya untuk komitmen kebangsaan apa yang salah, keliru, apa yang keliru? Untuk komitmen kerukunan itu bagus sekali. Bener enggak? Betul enggak?" sambungnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Selain itu, Jokowi juga memastikan bahwa parpol pendukungnya di Pilpres 2019 lalu masih solid hingga saat ini, termasuk Nasdem.

"Kalau ada yang bilang koalisi enggak solid, keliru gede sekali. Kita rukun-rukun saja. Enggak ada (keretakan), ya kalau Bu Mega enggak menyalami Bang Surya itu hanya tidak sengaja," kata Jokowi.

"Apalagi tadi sudah disampaikan betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengucapkan selamat kepada Nasdem yang tengah merayakan harlah ke-8. Dan juga Surya Paloh yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum.

"Selamat Ultah ke-8 Nasdem. Selamat secara aklamasi dalam Kongres kedua (Surya Paloh) jadi ketua umuk lagi," demikian Jokowi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya