Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly/Net

Politik

Junaidi Auly: Ekonomi Melambat, Pekerjaan Pemerintah Ke Depan Cukup Berat

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 16:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu mencapai level lebih tinggi. Pada triwulan III-2019, pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5,02 persen. Angka pertumbuhan 5 persenan diikuti dengan penurunan kualitas pertumbuhan.

Hal itu terlihat dari penurunan peranan sektor-sektor berbasis tenaga kerja (labor incentive) terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor-sektor labor incentive (pertanian, pertambangan dan industri pengolahan) pada triwulan III-2019 turun menjadi 39,99 persen. Pada beberapa triwulan sebelumnya, kontribusi sektor tersebut masih sekitar 40 persen.


Melihat fakta tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly mengatakan pekerjaan pemerintah ke depan cukup berat, karena struktur ekonomi nasional semakin meninggalkan sektor-sektor tradable atau labor incentive dan bergerak ke sektor jasa.

"Padahal, struktur tenaga kerja Indonesia masih ditopang oleh tenaga kerja berpendidikan rendah," ujar Junaidi kepada redaksi, Senin (11/11).

Legislator asal Lampung ini melanjutkan, pada Agustus 2019, jumlah tenaga kerja berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) ke bawah mencapai 72 juta atau sekitar 56 persen dari total tenaga kerja. Persoalan lainnya hadir lewat tingginya angka pengangguran pada sekolah menengah kejuruan (SMK) dan pendidikan tinggi.

Sekitar 10,4 persen lulusan SMK menganggur, sedangkan lulusan diploma I/II/III serta lulus universitas yang menganggur masing-masing 5,99 persen dan 5,67 persen.

"Secara umum kondisi ketenagakerjaan Indonesia pada Agustus 2019 cenderung menurun dibandingkan Februari 2019. Jumlah pengangguran melonjak mencapai 7,05 juta (Agustus 2019) dari 6,82 juta (Februari 2019). Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga melonjak menjadi 5,28 persen pada Agustus dari 5,01 persen pada Februari 2019. Sinyal penurunan sektor ketenagakerjaan memang sudah terlihat," tuturnya.

Junaidi merinci beberapa diantaranya adalah perlambatan realisasi investasi maupun penurunan realisasi belanja modal pemerintah. Proyek-proyek tersebut menjadi salah satu penentu penyerapan tenaga kerja. Belanja modal hanya terealisasi Rp 63 triliun atau 33 persen dari APBN-2019.

"Angka tersebut turun sekitar 11 persen dari tahun sebelumnya," tutup legislator PKS ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya