Berita

Airlangga Hartarto dan Jokowi/Net

Politik

Pengamat: Pujian Jokowi Pada Airlangga Pasti Berdasar Data Dan Pikiran Objektif

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 14:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo secara prinsip memang harus netral dari segala dinamika di internal partai politik.

Tetapi tidak ada yang salah jika Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada kinerja ketua umum partai. Terlebih, ketua umum itu berasal partai politik pendukungnya.

Begitu dikatakan pengamat politik, Asep Warlan Yusuf soal pujian Jokowi kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.


Warlan menilai, ungkapan apresiasi Jokowi merupakan cara pandang yang objektif. Partai Golkar akan melaksanakan Munas pada Desember mendatang.

“Sebuah apresiasi itu muncul pasti atas dasar penilaian yang obyektif, sebab jika subyektif bisa jadi boomerang bagi orang yang memberi apresiasi itu,” ujar Warlan dalam keterangannya, Senin (11/11).

Guru besar Politik Universitas Parahyangan ini menjelaskan, Presiden Jokowi dalam memberikan apresiasi untuk Airlangga pasti memiliki ukuran, data, dan informasi yang komprehensif.

“Pertama selama Pak Airlangga memimpin, Golkar solid dan tidak bergejolak. Kedua Golkar sudah membuktikan diri mampu menjadi partai peraih suara banyak, ketiga, malah memiliki kursi terbanyak kedua di parlemen. Ini adalah prestasi bagi Pak Airlangga, bukan hanya di mata Jokowi tapi juga partai Golkar,” jelasnya.

Berkaitan dengan Munas, Warlan menilai apa yang disampaikan Jokowi memperlebar jalan Airlangga untuk kembali memimpin Partai Golkar. Terlebih, dia didukung banyak pengurus daerah.

“Pak Airlangga dalam posisi punya banyak dukungan dan keberhasilan sebagai ketua umum. Seperti menjaga soliditas internal partai dan bukti tak banyak konflik di dalam partai,” tukasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya