Berita

Johnny G Plate/RMOL

Politik

Tanggapi Kritikan Rio Capella, Johnny G Plate: Nasdem Ingin Dikenang Sebagai Parpol Konsisten

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 | 21:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pendiri Partai Nasdem Patrice Rio Cappela mengutarakan ketidaksetujuannya mengenai diundangnya Anies Baswedan dalam pembukaan Kongres ke-II Partai Nasdem.

Menyikapi hal tersebut elite Partai Nasdem yang juga menjabat sebagai Menkominfo Johny G Plate berterimakasih kepada Rio Cappela atas semua kritik dan sarannya tersebut.

“Terimakasih atas semua masukan dan kritik. Kami sangat terbuka terhadap masukan dari siapapun karena semua masukan kami yakini akan menjadikan kami menjadi lebih baik,” ungkap Johnny lewat siaran persnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/11).


Dia mengatakan, pidato pembukaan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh mengenai Restorasi Indonesia sudah jelas dan tidak dapat diganggu gugat.

“Misi Nasdem adalah agar semua potensi yang dimiliki anak negeri ini disatukan. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air tanpa kita pikir latar belakang,” katanya.

Dengan adanya Anies Baswedan di pembukaan Kongres II Nasdem, lanjut Johny, merupakan bagian dari menyatukan semangat dan cita-cita untuk bersatu.

“Syarat utama yang harus dihadirkan oleh semua elemen masyarakat yaitu menyatukan spirit mencapai cita-cita bersatu. Harus kita singkirkan hal-hal yang dapat memporak-porandakan persatuan kita,” tambahnya.

Untuk itu, Johnny meminta seluruh pihak agar dapat berkomunikasi dengan baik antar internal partai koalisi maupin di luar partai.

“Maka perlu komunikasi politik yang cair, tanpa sekat hambatan di antara partai pengusung Presiden Jokowi yang ada di dalam pemerintah maupun dengan partai yang berada di luar pemerintah,” jelasnya.

Nasdem terbuka dengan seluruh elemen masyarakat dan ingin dikenang sebagai Parpol yang konsisten mengusung demokrasi Indomesia.

“Kami mau dikenang sebagai parpol yang konsisten, bukan hanya menggunakan pendekatan rasional, tapi juga mempertajam hati dan nurani. Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme dan curiga serta intrik. Berkunjung kepada kawan menimbulkan kecurigaan. Rangkulan dimaknai dengan tafsir dan dicurigai. Ini menunjukkan tingkat diskursus politik picisan,” tutupnya.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya