Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Sindiran Jokowi Bukti Kebohongan Surya Paloh?

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 11:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo meminta kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk menjelaskan apa maksud dari pertemuan elit DPP Nasdem dengan DPP PKS beberapa waktu lau.

"Ada apa?" kata Jokowi singkat saat memberikan sambutan pada acara HUT ke-55 tahun Partai Golkar, di Jakarta, Rabu malam (6/11).

Namun, Jokowi mengatakan, di lain waktu akan dijawab oleh Surya.


Jokowi mengaku "iri" dengan pelukan erat Surya dengan Presiden PKS Sohibul Iman di acara pertemuan dua partai itu.

"Sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS. Wajahnya cerah setelah berangkulan dengan Pak Sohibul. Saya tidak tahu maknanya, tapi rangkulannya tidak seperti biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ujar Kepala Negara.

Sindiran Jokowi tersebut seolah membantah klaim Surya yang sebelumnya mengaku sudah memberi tahu Jokowi sebelum melakukan pertemuan dengan PKS.

Melihat sindiran Jokowi dan klaim Surya tersebut, pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, di antara mereka ada yang tidak nyambung.

"Ini bukti ada komunikasi yang tidak lancar, hubungan mereka dalam keadaan tidak baik," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini kepada redaksi, Kamis (7/11).

Padahal, lanjut Ujang, lima tahun belakangan, Nasdem dikenal parpol yang sangat loyal ke Jokowi.

"Sekarang, dari manuver dan pernyataan mereka, lagi ada masalah, mulai terlihat renggang. Dan itu bukan dibuat-buat, bukan drama. Persoalan itu nyata," tutur Ujang.

Lalu, apakah benar Surya sudah memberi tahu Jokowi, atau Jokowi pura-pura tidak tahu maksud pertemuan Nasdem-PKS, biar waktu yang menjawabnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya