Berita

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita/Net

Politik

Menteri Agus: Industri Pengolahan Masih Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 09:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional masih didominasi oleh sektor industri pengolahan. Hal itu tercatat pada laju industri pengolahan tumbuh 4,15 persen secara tahunan, termasuk pada triwulan III tahun 2019 yang mencapai 19,62 persen.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11).

"Kita melihat industri pengolahan masih menjadi salah satu motor penggerak utama pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.


Agus mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2019 pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 0,86 persen. Padahal, di periode yang sama, pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,02 persen.

Pertumbuhan 5,02 persen tersebut, dinilai masih cukup baik di tengah kondisi ekonomi regional yang mengalami ketidakpastian akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

"Indonesia masih cukup tahan menghadapi ketegangan perang dua negara itu yang tercatat sebagai mitra dagang utama," tegas Agus.

BPS merinci, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,33 persen, karena didukung oleh peningkatan crude palm oil (CPO) yang sejalan dengan konsumsi domestik CPO. Industri furnitur juga tercatat tumbuh 6,93 persen lantaran didorong meningkatnya permintaan dari luar negeri.

Atas dasar itu, Agus menegaskan, pihaknya tetap akan fokus untuk terus meningkatkan daya saing industri nasional agar bisa lebih kompetitif di kancah global. Karenanya, berbagai langkah strategis akan dijalankan untuk merevitalisasi industri manufaktur di dalam negeri.

"Kami terus memacu produktivitas industri kita supaya bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mengisi permintaan ekspor. Apalagi, Indonesia punya pasar yang sangat besar. Ini yang menjadi potensi bagi kita," ujar Agus.

Selanjutnya, masih kata Agus, kebijakan hilirisasi akan terus dijalankan untuk terus meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.

"Upaya strategis ini dinilai memberikan efek berganda yang luas bagi perekonomian, seperti pada peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa dari ekspor," tandasnya. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya