Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Soal Keakraban NU-FPI Dan Imbauan Jokowi, Dimana Ahoker?

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 13:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Politisi Partai Demokrat Andi Arief mengaku heran dengan isu radikalisme yang dihembuskan di Indonesia. Pasalnya, radikalisme dengan radikalisme agama kerap dicampuradukkan.

Pertama, soal sikap ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) yang kerap berseberangan dengan Front Pembela Islam (FPI) terkait radikalisme. Pada pilpres lalu, NU bereaksi keras terhadap FPI, tetapi sekarang justru menyatakan kesamaan.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo yang beberapa tahun belakangan bereaksi keras terhadap kelompok radikal kerap mengatasnamakan agama, tetapi justru berbeda saat ini dengan menyebut kelompok itu manipulator agama.


Atas dasar itu, Andi mempertanyakan hal tersebut dengan mempertanyakan dimana kelompok pecinta mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Dua tahun terakhir FPI dan kubu Islam disebut radikalis. Baru saja, NU menyebut FPI selaras soal visi keadilan. Lalu Presiden Jokowi bilang tak ada radikalis, yang ada manipulator agama. Persoalannya, apa hubungan klaim Pancasila dan manipulator agama, lalu dimana Ahokers?" kata Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (1/11).

Seperti diketahui, pendukung Ahok yang sering disebut Ahokers paling depan menolak radikalisme di tanah air.

Lalu, ketika NU dan FPI sudah satu paham, dan Jokowi sudah mengimbau istilah radikalisme diganti dengan manipulator agama, dimana posisi Ahokers sekarang.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya