Berita

Perkenalan para menteri di Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

Iwan Sumule: Nama Kabinet Jadi Lucu Saat Orang Gagal Masih Dipertahankan

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 21:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberian nama Kabinet Indonesia Maju yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk periode kedua dinilai terlalu lucu. Pasalnya, susunan menteri yang dibuat tidak mencerminkan nama kabinet tersebut.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule menyoroti orang lama yang masih bertengger di tim ekonomi Joko Widodo. Baginya, tim lama seharusnya dirombak total karena telah terbukti gagal.

Dia menguraikan bahwa ekonomi Indonesia di periode pertama Jokowi terbilang gagal total. Pasalnya, Jokowi yang menargetkan ekonomi tumbuh 7 persen dalam janji kampanye di 2014 tidak bisa mewujudkan cita-cita mulia tersebut.


Fakta membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi mentok di angka 5 persen. Bahkan di tahun ini, banyak yang memprediksi bisa nyungsep ke angka 4 persen.

“Ini menunjukan tak ada harapan ekonomi rakyat jadi lebih baik. Sementara bidang ekonomi masih saja dijabat mereka yang kemarin telah gagal wujudkan kesejahteraan,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Kamis (24/10).

Atas alasan itu, dia menilai penamaan Kabinet Indonesia Maju akan menjadi lucu. Nama ini juga tidak akan sesuai dengan mimpi Jokowi dalam membawa Indonesia menjadi 5 besar negara maju di dunia di tahun 2045.

Dalam sambutan usai dilantik presiden, Jokowi ingin pendapatan perkapita mencapai Rp 320 juta per tahun saat Indonesia mencapai usia seabad. Tapi di satu sisi, Jokowi tidak melakukan perubahan berarti di bidang ekonominya.

“(Jadi) lucu juga kalau nama kabinetnya, “Kabinet Indonesia Maju”,”sindirnya.

Di periode kedua, Jokowi memang telah mengganti Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian dengan Airlangga Hartarto. Tapi di satu sisi, mantan gubernur DKI Jakarta itu belum mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani.  

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya