Berita

Prabowo Subianto dan Joko Widodo/Net

Politik

Dahnil: Prabowo Serahkan Gagasan Ekonomi Ke Jokowi, Tapi Expert Di Menhan

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 22:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politik yang dikedepankan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah politik gagasan. Bukan mengenai posisi di barisan koalisi atau oposisi.

Begitu kata Jurubicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjutak dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk Setelah 01-02 “Sepiring Berdua“ yang digelar TV One, Selasa (22/10).

Dia kemudian menguraikan perjalanan Prabowo hingga akhirnya memilih masuk dalam Kabinet Kerja II menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).


Menurutnya, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memberi putusan mengenai sengketa pilpres, ada komunikasi politik dalam rangka rekonsiliasi dengan kubi Jokowi. Dalam komunikasi tersebut, Prabowo mengedepankan tujuan utama untuk berkontribusi buat bangsa dan negara.

Upaya Prabowo menjadi presiden sudah dikalahkan, selanjutnya upaya berkontribusi pada bangsa dan negara bisa dilakukan baik sebagai mitra kritisi pemerintah maupun mitra internal. Prabowo akhirnya memilih masuk bersama-sama mengelola pemerintahan.

“Beliau masuk dengan pendekatan gagasan, apa yang menjadi konsen Pak Prabowo selama ini terhadap pembangunan Indonesia,” tegasnya.

Atas alasan itu, saat bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Jokowi sebagai presiden terpilih, Prabowo menyampaikan beberapa gagasan tentang tantangan ekonomi yang akan dihadapi bangsa.

“Misalnya ada tantangan krisis global yang luar biasa, yang dipastikan akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Ada potensi disintegrasi, misalnya terkait dengan Papua,” tegasnya.

Namun demikian, pada akhirnya Prabowo menerima jatah sebagai Menteri Pertahanan. Sebab, posisi itu yang diberikan dan sesuai dengan ekspertasi mantan Danjen Kopassus itu.

“Pertahanan itu sesuai ekspertasi beliau,” pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya