Koordinator Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung Ardi Bayu Firmansyah saat menjelaskan program yang telah dilakukan oleh AGP dalam bidang konservasi fauna, flora, hutan dan laut./Ist
International Conference on Sustainable Development (ICSD) di Columbia University, New York, Amerika Serikat, yang berlangsung pada hari Selasa dan Rabu kemarin (24-25/9) dimanfaatkan Artha Graha Peduli (AGP) untuk memperkenalkan berbagai upaya konservasi lingkungan yang telah mereka lakukan.
Kegiatan tahunan ini digelar untuk membangun forum jaringan kerja di tingkat internasional.
Menurut Ketua Umum AGP, Heka Hertanto, salah satu kegiatan yang dipaparkan AGP dalam forum itu adalah aktivitas konservasi flora dan fauna di kawasan Tambling, Lampung. Kegiatan konversasi di kawasan itu disampaikan Koordinator Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung Ardi Bayu Firmansyah.
Selain itu, AGP juga menjelaskan program normalisasi Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Untuk waktu yang cukup lama, aliran sungai ini dipenuhi sampah dan limbah industri. Kini daerah aliran sungai (DAS) sudah ditanami pohon.
“Kami bersama mitra seperti Pemda Jabar, TNI, warga, dan lain-lain membersihkan sungai, mengadakan pembenihan bibit, mengedukasi warga untuk peduli pada lingkungan sungai,†ucap Heka.
Tidak lupa dalam forum yang digelar di kampus bergengsi itu, AGP juga menjelasakan kegiatan konservasi mangrove yang secara rutin mereka lakukan. Program ini, sebut Heka, adalah dukungan untuk program langit biru yang bertujuan mengurangi emisi karbon.
Dalam kampanye penanaman mangrove di bulan Juni 2013, AGP mendatangkan pemain bolakaki Cristiano Ronaldo (CR7) ke Bali, dan mendaulatnya sebagai Duta Program Konservasi Bali Manggrove.
AGP yang telah terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi alam sejak era 1990-an memutar film dokumenter bertema lingkungan yang memperlihatkan upaya menghadapi climate change dengan merawat dan melindungi sekitar 45 ribu hektare hutan dan 15 ribu hektare pantai dan laut di TWNC. Juga reforestasi pada pengelolaan hutan sawit berkelanjutan sekitar 12.500 hektare di Kalimantan Barat.
Heka menambahkan, narasumber lain yang hadir dalam kesempatan itu adalah Mari Elka Pangestu dan Luhut B. Pandjaitan. Keduanya membicarakan soal sampah dan sawit
Selain itu juga ada Budiadi dari Universitas Gajah Mada, Sugeng Bahagijo dari INFID serta Silvia Fanggidae dari NTT.
ICSD menyediakan forum bagi akademisi, pemerintah, masyarakat sipil, badan-badan PBB dan sektor swasta untuk bersama-sama berbagi solusi praktis untuk mencapai SDGs.
ICSD tahunan ketujuh yang diselenggarakan Global Master Development Plan (MDP) dan Sustainable Development Solutions Network (SDSN) mengambil tema “Praktik yang Baik: Model, Kemitraan, dan Pengembangan Kapasitas untuk SDGs†dan merupakan bagian dari Climate Week NYC 2019.