Berita

Ilustrasi Facebook/Net

Dunia

Aturan Facebook Diperketat Untuk Cegah Kelompok Ekstremis

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 12:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah tudingan membantu penyebaran kelompok teroris ISIS dan Al Qaeda, Facebook justru membuat kemajuan untuk mencegah penyebarluasan jaringan ekstremis di halamannya.

Facebook bahkan akan melakukan diskusi lebih lanjut bersama Senator AS di Komite Pedagangan, Sains, dan Transportasi perihal langkah-langkah membendung pesan ekstremis.

"Prioritas kami adalah mendeteksi dan menghapus konten yang diposting oleh orang-orang yang melanggar kebijakan kami terhadap individu dan organisasi berbahaya," ujar Jurubicara Facebook kepada AP, Rabu (18/9).


Nantinya, halaman yang diduga berisi paham ekstremis tidak diberikan fasilitas komentar maupun posting. Halaman Facebook yang melanggar kebijakan juga akan dihapus secara langsung.

"Meskipun kami tidak dapat menangkap setiap orang, kami tetap waspada," tambahnya.

Empat bulan lalu, AP merinci halaman Facebook bisnis digunakan para ektremis Timur Tengah dan supremasi kulit putih di AS untuk memperluas jaringan.

Kelompok itu menggunakan halaman bisnis Facebook yang memungkinkan pengguna menyukai halaman yang berpotensi memberikan daftar simpatisan bagi perekrut, yaitu kelompok ekstremis.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya