Berita

Deklarasi tolak separatisme/Net

Nusantara

Tokoh Masyarakat Jayapura Sepakat Tolak Separatisme

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 | 02:52 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), tokoh masyarakat, dan pemuda bersepakat untuk menolak gerakan separatisme di Bumi Cendrawasih.

Deklarasi bersama itu dilakukan di depan Masjid Babuljana, bekas Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura pada Jumat (13/9).

Adapun poin-poin lainya yang disepakati antara lain, menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua, hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang, dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak benar.


Deklarasi dilakukan setelah kerja bakti bersama menyambut Go Adipura dan PON ke XX Papua tahun 2020. Kerja bakti dihadiri langsung oleh Bupati Jayapura, Wakil Bupati Jayapura, Kapolres Jayapura, Dandim 1701 Jayapura, Forkompimda, perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan.

Dalam sambutanya, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, semua komponen di Kabupaten Jayapura telah mencanangkan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia di Kabupaten Jayapura.

Pernyataan ini, kata Mathius, adalah wujud bukti dari sejumlah komitmen yang pernah dilakukan di tahun 2016 lalu bahwa Kabupaten Jayapura sudah dicanangkan sebagai zona kerukunan dari suku bangsa, tetapi juga kerukunan beragama, serta golongan.

“Meskipun keberagamannya luar biasa di tempat ini, tapi kami bisa membuktikan itu menjaga keutuhan kekeluargaan. Mungkin di luar Papua keberagaman itu tak seimbang, tetapi di sini sangat seimbang,” jelas Mathius dalam keteranganya.

Untuk itu, sambung Mathius, ini menjadi ukuran untuk bagaimana dari tempat ini bisa membuktikan kepada Indonesia bahwa Bhineka Tunggal Ika benar-benar dilaksanakan di Kabupaten Jayapura.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon dalam sambutannya menuturkan, jika deklarasi yang dilaksanakan adalah rangkaian dari kehadiran Kapolri dan Panglima TNI di Papua yang meminta agar harus ada kedamaian di Papua.

Victor menambahkan, apa yang dicanangkan tokoh-tohoh masyarakat di Kabupaten Jayapura sebelumnya tentang toleransi umat beragama adalah buah pikiran yang sudah dipikirkan dari jauh-jauh hari, sebelum ada cobaan-cobaan seperti saat ini.

“Kita bisa buktikan bahwa bumi kenambai umbai bisa aman dan terkendali. Orang bisa bilang bahwa massa asalnya dari sini, tetapi itu juga wujud kalau mereka juga tak ingin mengganggu di sini,” ungkap Victor,

Kapolres Jayapura ini juga mengingatkan jika hingga kini belum adanya internet maka itu adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan Papua dari isu-isu provokasi.

“Musuh tak menyerang lagi dengan senjata berat seperti misil dan lainnya. Tapi bagaimana memanfaatkan permasalah yang ada di media sosial. Untuk itu seluruh masyarakat jangan terpancing, sehingga Kabupaten Jayapura tetap aman dan damai,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya