Berita

Ilustrasi Karhutla/Net

Politik

PKS: Karhutla Lebih Dahsyat Dari Tsunami

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 17:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukanlah masalah sepele. Dampak lingkungan, ekonomi dan sosial dari karhutla bisa jadi lebih dahsyat dari bencana alam tsunami.

Begitu dikatakan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera di Ruang Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9).

"Kebakaran hutan ini bencana yang tidak kalah dahsyatnya ketimbang tsunami, mestinya juga jadi perhatian," ujar Mardani.


Bahkan, kata Mardani, karhutla memilili dampak lebih besar. Hal ini karena kejadian karhutla berbeda dengan tsunami di mana dampak langsung terlihat dan kerugian bisa dihitung.

"Kalau ini (karhutla) dampaknya menyeluruh, (bisa kena) ispa (infeksi saluran pernapasan), gangguam saluran pernafasan atas, produktivitas, kesehatan, kesejahteraan terdampak semua," jelasnya.

Angggota Komisi II DPR ini pun menagih janji dan komitmen Presiden Joko Widodo saat kampanye bahwa Indonesia akan bebas dari Karhutla.

"Pak Jokowi sudah berjanji tidak ada kebakaran hutan lagi, jadi saya menagih janji Pak Jokowi," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya