Berita

Ilustrasi anak sekolah dasar di Papua/Net

Nusantara

Pelayanan Maksimal Kunci Rakyat Papua Cinta Tanah Air

RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 01:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyelesaian masalah di Papua harus menyentuh akar masalah hingga maksimal. Hal itu adalah kunci agar rakyat Papua bisa semakin mencintai negeri ini.

Begitu tegas kata anggota DPR RI dari dapil Papua, Sulaeman L Hamzah saat diskusi bertajuk 'Papua Bicara Papua: Dari Papua untuk NKRI' yang digelar di daerah Gondangdia, Jakarta, Selasa malam (10/9).

“Mau tidak mau kita kedepankan pelayanan kepada mereka. Ini tidak bisa ditawar lagi," tegasnya.


Berdasarkan penilaiannya, pelayanan terhadap masyarakat Papua masih belum maksimal, terutama masalah pendidikan. Banyak sekolah yang belum memenuhi standar dan akses yang belum merata.

Pelayanan kesehatan juga serupa. Kehadiran pemerintah dalam memberi pelayanan kesehatan di Papua masih lemah. Belum ada rumah sakit besar dengan standar internasional yang berdiri di wilayah paling timur Indonesia itu.

Atas alasan itu, politisi Nasdem tersebut mendorong agar pemerintah menyiapkan perencanaan jangka panjang yang matang dalam membangun dan melayani warga Papua.

“Hal itu harus sungguh-sungguh dilakukan untuk menyelesaikan segala permasalahan. Jadikan orang Papua ini sebagai orang Indonesia yang sempurna," kata Sulaeman.

Senada dengan itu, Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom menilai perbaikan di Papua harus disiapkan dengan matang dan berkesinambungan. Setidaknya untuk 25 tahun ke depan rakyat Papua harus dipastikan semakin sejahtera.

"Visinya adalah bagaimana di 25 tahun itu rakyat Papua semakin mencintai Indonesia," harapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya