Berita

Koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kembali coba damaikan perselisihan di Yaman/Net

Dunia

Sempat Retak, Arab Saudi dan UEA Siapkan Pembicaraan Damai di Yaman

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 09:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

. Setelah sempat terlibat dalam perselisihan soal Yaman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kini menyiapkan pembicaraan damai bagi separatis Yaman dan Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk menghentikan pertempuran di wilayah selatan negara tersebut, Minggu (8/9).

"Kedua negara juga menyerukan untuk segera mengakhiri semua operasi militer serta pelanggaran terhadap setiap properti publik dan pribadi," kutip pernyataan bersama Arab dan UEFA yang dilansir dari Al Jazeera.

Kedua Negara Teluk ini menyerukan separatis pemberontak Houthi yang didukung UEA dan pemerintah Hadi yang didukung Arab Saudi untuk berdamai dan membentuk dialog konstruktif guna mengakhiri krisis yang melibatkan dua negara sekutu tersebut.


Diketahui, Arab Saudi dan UEA pada awalnya berada dalam satu kubu soal Yaman dan menerima dukungan pihak Barat. Koalisi ini mengintervensi konflik Yaman pada 2015 untuk melawan pemberontak Houthi.

Setelah perang di selatan Yaman tumbuh, front-front baru ikut bermunculan. Membuat konflik di salah satu negara termiskin di dunia ini semakin kompleks. Seiring berjalannya waktu, pada Agustus lalu, koalisi Arab Saudi dan UEA mulai retak.

Keretakan ini terlihat pada pekan lalu ketika UEA mengintervensi pengambilahilan kota Aden dan justru mendukung separatis. Sedangkan pemerintah Hadi mendesak Arab Saudi untuk campur tangan dan membantu menghentikan serangan kaum separatis.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya