Berita

Tentara Turki dan AS sedang berpatroli/Reuters

Dunia

AS Dan Turki Gelar Patroli Gabungan Di Suriah

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 03:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keseriusan Turki dan Amerika Serikat untuk membuat zona aman di sepanjang perbatasan Suriah terbukti saat kendaraan militer dan Angkatan Darat kedua negara menyeberang ke timur laut Suriah untuk memulai patroli.

Dilansir Al Jazeera, ada enam kendaraan lapis baja berbendera Turki yang menurut Badan Anadolu bergabung dengan konvoi militer AS dari distrik Akcakale di Provinsi Sanliurfa, Turki. Dua helikopter juga terlihat ada dalam konvoi tersebut.

Kementerian Turki mengatakan, patroli yang dilakukan bersama itu juga dilakukan dengan melibatkan kendaraan udara tak berawak.


Kegiatan ini merupakan fase pertama memulai pembangunan zona aman yang disepakati bulan lalu. Zona aman sendiri bertujuan untuk mengelola ketegangan antara Turki dan pasukan Kurdi yang juga menguasai wilayah timur Sungai Efrat.

Meski zona maupun pengelolaannya masih belum jelas, baru-baru ini, AS dan Turki membuat pusat operasi gabungan untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Rencana ini pun dikutuk pemerintah Suriah dengan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Langkah ini adalah agresi dan bertujuan untuk memperumit dan memperpanjang krisis di Suriah," ujar seorang pejabat Suriah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya