Berita

Kondisi di Bahama usai diterjang Badai Dorian/Net

Dunia

Dibikin Porak Poranda Oleh Badai Dorian, PM Bahama: Belum Pernah Terjadi Kehancuran Seperti Ini

RABU, 04 SEPTEMBER 2019 | 09:33 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Badai Dorian yang dijuluki Monster dengan kategori 5, telah menyebabkan kerusakan besar di Bahama. Negara kecil di kawasan Karibia itu pun dibuat porak poranda.

Di Kepulauan Abaco dan Grand Bahama, banjir besar datang menghancurkan dinding-dinding bangunan dan mencapai ketinggian hingga ke lantai dua. Menjebak begitu banyak orang di loteng dan menenggelamkan Bandara Grand Bahama.

Kepulauan Abaco dan Grand Bahama, terletak 40 kaki di atas permukaan laut dan dihuni sekitar 70.000 orang.


Saat ini, semua korban tewas, termasuk 21 orang yang terluka di Pulau Abaco telah diterbangkan ke ibukota oleh Penjaga Pantai AS, kata pejabat di Bahama.

"Kami berada di tengah-tengah tragedi bersejarah," kata Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis. "Kehancuran ini begitu luas dan belum pernah terjadi sebelumnya."

Pejabat Bahama melakukan survei dari udara dan memotret kondisi terkini di sana. Memang terlihat kondisi Bahama yang sangat hancur dan berantakan.

Badai Dorian menghantam Bahama pada Minggu (1/9) dengan angin yang berkelanjutan dari 185 mph dan hingga 220 mph. Kekuatan angin sebesar ini pernah terjadi di sana pada 1935 saat badai yang datang belum diberi nama.

Pada Selasa (3/8) pagi, angin topan masih terus menerjang dengan kecepatan hingga 120 mph.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya