Berita

Serangan koalisi Arab Saudi di Yaman/ Telegraph

Dunia

Serangan Koalisi Saudi Ke Kamp Tahanan Houthi Tewaskan 100 Orang

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 | 14:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sedikitnya 100 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat serangan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman. Koalisi Saudi menargetkan pusat penahanan yang dioperasikan pemberontak Houthi di Provinsi Dhamar, Yaman, Minggu (1/9).

Dilaporkan oleh TIME, menurut Kepala Delegasi Palang Merah di Yaman, Franz Rauchenstein ketika mengunjungi lokasi serangan, korban jiwa bisa bertambah dan relatif sedikit tahanan yang selamat. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan data di pusat penahanan berisi 170 tahanan dan hanya 40 dari mereka yang dirawat karena luka-luka. Sedangkan sisanya dianggap tewas.

"Menyaksikan kerusakan besar ini, melihat mayat-mayat tergeletak di antara puing-puing, sungguh mengejutkan," ujar Rauchenstein.


Diketahui, serangan Minggu (1/9) itu merupakan serangan koalisi Arab Saudi paling mematikan sepanjang tahun ini. Sebelumnya, koalisi ini sudah mendapatkan kritik internasional karena serangan udara yang melanda sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan yang menewaskan ribuan warga sipil Yaman.

Arab Saudi sendiri melakukan intervensi ke Yaman secara internasional pada Maret 2015. Pada saat itu pemberontak Houthi yang didukung Iran mengambil alih ibukota.

Hingga saat ini, konflik kedua belah pihak telah menewaskan puluhan ribu nyawa dan mengakibatkan jutaan orang kelaparan. Konflik ini pada akhirnya menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya