Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

Jadi Ketum PAN? Ada Dilema Yang Harus Dihadapi Anies Baswedan

KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 | 09:47 WIB | LAPORAN:

Anies Baswedan pasti akan bersedia menjadi ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN). Gubernur DKI Jakarta itu disebut-sebut berpeluang menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

PAN dikabarkan mengelus-elus tiga tokoh eksternal untuk bersedia menjadi ketum partai berlambang matahari itu. Selain Anies, dua nama lainnya adalah mantan Wakil Presiden Sandiaga Uno, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Namun, jika Anies jadi ketum PAN, akan muncul dilema. Dilemanya adalah, apakah akan mencalonkan diri lagi sebagai gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2022.


Demikian disampaikan pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/8).

"Pertama dia tidak maju lagi pilkada 2022, tapi apakah dia mampu mempertahankan popularitas dan elektabilitasnya ketika tidak menjabat selama 2 tahun (2022-2024). Tentu logika politiknya lebih menguntungkan kalau Anies terpilih kembali di pilkada 2022 kalau memang mau maju di 2024," kata Iwel.

Maju di pilkada pun, Anies kembali dilema. Pasalnya, suara PAN di ibukota tidak banyak. PAN harus tetap berkoalisi dengan parpol lain jika ingin mengusung mantan Mendikbud itu.

"Ini tidak strategis dan menguntungkan buat Anie. Dalam sejarahnya tidak ada calon gubernur DKI yang menjabat ketum parpol," ujar Iwel.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya