Berita

Sandi-Gatot dan Anies/Net

Politik

Sandi, Gatot Atau Anies Harus Ambil Tiket Ketum PAN Untuk Songsong 2024

RABU, 28 AGUSTUS 2019 | 17:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Partai Amanat Nasional (PAN) mengalami krisis kader untuk mengisi jabatan ketua umum. Kabarnya, ada tiga tokoh eksternal yang dielus-elus untuk bersedia menjadi ketum partai berlambang matahari itu.

Yaitu, mantan Wakil Presiden Sandiaga Uno, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pengamat politik dari Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, PAN saat ini sedang mencari ketum yang memiliki figur yang bagus, dan tidak kalah penting punya kekuatan finansial.


Calon ketum dari eksternal samakin menguat karena perolehan PAN pada pemilu lalu tidak menggembirakan. PAN tidak lagi mendapatkan jatah pimpinan DPR, dan terancam melepas ketua MPR.

Jelas Ujang, peluang Sandi, Gatot atau Anies besar. Pasalnya, mereka memiliki figur yang mumpuni.

Ujang menyarankan, tiga tokoh itu harus mengambil tiket ketum PAN, karena mereka kelihatannya masih memiliki ambisi pada Pilpres 2024.

"Mau tidak mau harus merapat ke partai politik. Inilah peluangnya," ujar dosen Universitas Al Azhar Jakarta itu kepada redaksi, Rabu (28/8).

Selain kalangan eksternal ada juga tiga calon ketum yang digadang-gadang dari internal. Yaitu, Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo, dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya