Berita

Perdana Menteri Saad Hariri/Net

Dunia

PM Lebanon Minta Rusia Kutuk Israel

RABU, 28 AGUSTUS 2019 | 15:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lebanon secara lugas meminta bantuan dari Rusia untuk melawan Israel yang mulai melakukan provokasi. Ketegangan meningkat setelah Israel menyerang Beirut dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Dilansir dari Kantor Berita Saudi Al Awsat, Perdana Menteri Saad Hariri telah menelepon Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk mengutuk serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, serta menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon dan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

Senada dengan pernyataan tersebut, Lavrov mengatakan bahwa Hariri telah meminta Rusia untuk menggunakan pengaruh demi mencegah eskalasi lebih tajam antara Israel dan Lebanon.


Lavrov menggarisbawahi stabilitas Lebanon sangat penting tetapi semuanya bergantung pada respon Hizbullah dan Israel.

Meski demikian, menurut penasihat Hariri untuk urusan Rusia, George Shaaban, yang disampaikan pada Al Awsat, Moskow akan mengerahkan upaya menghindari eskalasi dan akan menghubungi pihak terkait.

Pada Minggu (25/8), dua drone Israel jatuh di Beirut. Satu di antaranya meledak yang mengakibatkan kerusakan pada pusat media milik Hizbullah. Atas serangan tersebut, Hizbullah saat ini sedang mempersiapkan "serangan yang diperhitungkan" terhadap Israel.

Selain Rusia, Lebanon juga meminta DK PBB untuk memberikan tekanan yang diperlukan dan efektif pada Israel untuk menghentikan pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya