Berita

Retno Marsudi dan Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani/Net

Politik

Di Gedung Pancasila, Indonesia Dan Negara Teluk Perkokoh Kemitraan

RABU, 28 AGUSTUS 2019 | 13:25 WIB | LAPORAN:

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC), Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Rabu (28/8).

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Mekanisme Konsultasi antara Pemerintah RI dan Sekretariat GCC.

Kerja sama ini menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Sekretaris Jenderal GCC di Jakarta selama pada 27-30 Agustus 2019.


"Penandatangan kesepakatan pembentukan mekanisme konsultasi Indonesia dan negara-negara Teluk tandai era baru kemitraan Indonesia dan Negara Teluk," tutur Menlu RI.

Menlu Retno menuturkan, konsultasi tahunan tingkat tinggi antara Indonesia dan negara teluk ini merupakan forum tahunan dialog strategis antara Indonesia dan Negara Teluk, sebagai implementasi komitmen guna memperkokoh kemitraan Indonesia dan Negara Teluk yang disepakati tahun 2015.

Selain itu, kata dia, forum ini akan menjadi wadah konsultasi Indonesia dan negara Teluk untuk membahas secara regular berbagai perkembangan kerja sama ekonomi, perkembangan stabilitas hingga keamanan di kawasan.

Terlebih Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia dan Negara Teluk merupakan mitra strategis dalam perdamaian dan kemakmuran.

"Stabilitas dan keamanan kawasan Teluk dan Timur Tengah adalah bagian dari kepentingan nasional Indonesia," paparnya Retno.

Untuk diketahui, kemitraan Indonesia dan Negara Teluk terus berkembang, dalam 2 tahun terakhir misalnya, terjadi peningkatan perdagangan Indonesia dan negara teluk sebesar 40 persen dari 8,68 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 12,15 miliar dolar AS pada 2018.

Di saat yang sama, total investasi negara Teluk di Indonesia meningkat 26 persen dari 60,3 juta dolar AS pada 2016 menjadi 76,1 juta dolar AS pada 2018.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya