Berita

KH Matin Syarkowi/Net

Politik

Istilah NKRI Bersyariah Kental Muatan Politik Ganti Ideologi Negara

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 09:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rekomendasi NKRI bersyariah yang tertuang dalam Ijtima Ulama IV terus menuai penolakan. Kali ini giliran NU Serang yang keberatan dengan rekomendasi tersebut.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang KH Matin Syarkowi menjelaskan bahwa ulama pendiri bangsa sudah sepakat menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara. Mereka tidak ada yang menyebut-nyebut lagi kata syariat dalam bernegara.

"NKRI dengan Pancasila itu sudah sepaham dengan nilai-nilai syariat. Jadi tanpa nama NKRI bersyariah juga NKRI itu sudah ada di dalamnya," kata Matin seperti dikutip dari RMOLBanten, Kamis (15/8).


Menurutnya, penggunaan istilah NKRI bersyariah justru sarat akan kepentingan untuk menggantikan ideologi bangsa Indonesia. Namun demikian, dia menegaskan bahwa penolakan itu tidak serta merta menolak syariah Islam.

“Kenapa? Karena istilah NKRI Bersyariah itu kental dengan persoalan politik menyangkut ideologi negara. Dan seharusnya kita tidak lagi mendiskusikan hal-hal yang sudah final yang telah menjadi kesepakatan seluruh elemen bangsa ini," tegasnya.

Seharusnya, masih kata KH Matin, diskusi yang dilakukan PA 212 diarahkan untuk bagaimana Indonesia bisa lebih maju bersaing dengan bangsa-bangsa yang sudah maju.

“Ingat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang dan makin modern," tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya