Berita

Pangi Syarwi Chaniago/Net

Politik

DPD Harus Cegah Monopoli DPR Bikin UU

SELASA, 13 AGUSTUS 2019 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) harus tampil lebih kuat agar derajat keterwakilan politik daerah kembali naik di dalam lembaga legislatif. Kehadiran DPD harus mampu menjadi penyeimbang DPR dalam membuat UU.

Begitu tegas pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (13/8).

“Kehadiran DPD untuk mencegah adanya monopoli satu lembaga dalam pembuatan UU,” tuturnya.


Menurutnya, peran DPD bisa maksimal jika ada penataan kembali. Pertama, dengan konsisten menjalankan amanat konstitusi. Artinya, DPD sebagai perwakilan daerah harus memainkan peranan strategis dalam sistem dua kamar.

“Bukan semata menjadi “utusan daerah” tetapi harus mampu menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat dan melahirkan produk UU bersama dengan DPR," jelas Pangi.

Selanjutnya, kewenangan DPD harus diperluas. Sebagai perwakilan daerah, DPD jangan hanya dilibatkan dalam urusan kecil yang berkaitan dengan isu-isu kedaerahan, namun benar-benar dilibatkan secara penuh dalam mekanisme pembahasan UU secara berlapis.

"Mekanisme ini akan menghasilkan produk UU yang lebih berkualitas dengan legitimasi yang sangat kuat," ucapnya.

Terakhir, lanjut Pangi, adalah kepemimpinan. Faktor kepemimpinan juga mempunyai pengaruh yang kuat dalam mementukan arah DPD di pusaran politik nasional. Untuk itu, dibutuhkan kepemimpinan yang memiliki karakter kuat, narasi, dan komunikatif.

“Sehingga bisa diterima di semua level dan dapat menjadi solidarity maker. Harapannya, sosok seperti itu bisa menghilangkan sumbatan komunikasi internal maupun eksternal, marwah dan martabat DPD terangkat lagi sebagai lembaga tinggi negara,” pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya