Berita

Susunan menteri di Kabinet Kerja jilid II diharapkan memang benar-benar pilihan Jokowi/Net

Politik

Pengamat: Kabinet Jokowi Jilid II Harus Orisinal, Tanpa Intervensi

SELASA, 13 AGUSTUS 2019 | 09:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden RI Joko Widodo harus bisa berdiri sendiri tanpa intervensi dari siapapun dalam penyusunan menteri-menteri yang akan membantunya di Kabinet Kerja jilid II.

Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno menyebut, cara seperti itu akan dapat menunjukkan sisi orisinalitas kabinet yang merupakan buah dari pemikiran Jokowi sendiri. Tanpa ada intervensi dari pihak lain.

"Periode kedua Jokowi mesti orisinal, jadilah presiden yang tak bisa diintervensi oleh pihak manapun," ujar Adi kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (13/8).


Dalam pandangan Adi, tidak salah jika Jokowi nanti memutuskan untuk mengambil wajah-wajah lama dari kabinet saat ini. Tentu saja selama dapat dipastikan punya kinerja baik.

Terutama soal kecenderungan hukum. Kata akademisi UIN Jakarta ini, Jokowi harus membuang jauh-jauh menteri dalam kabinet saat ini yang terserempet kasus hukum dan kinerjanya jauh dari harapan.

"Yang kinerjanya buruk dan tersangkut dengan kasus hukum harus ditinggal, sekalipun kader parpol," tukasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya