Berita

Presiden RI Joko Widodo/RMOL

Politik

Presiden Jokowi: Persatuan Kunci Masa Depan ASEAN

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 10:37 WIB | LAPORAN:

Presiden RI Joko Widodo menilai ASEAN telah berperan sebagai motor bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan. Hal ini juga diperkuat dengan adanya ASEAN Outlook on Indo-Pasific.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan gedung sekretariat baru ASEAN sekaligus merayakan 52 tahun pembentukan ASEAN, di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8)

"Outlook ini merupakan sebuah upaya dan sikap ASEAN untuk menjawab dinamika di kawasan Indo Pasific," ungkap Jokowi.  


Di sisi lain, kata Jokowi, ASEAN prihatin dengan menajamnya rivalitas negara-negara besar, sekaligus semakin tingginya ketidakpercayaan satu sama lain.

"Melemahnya multilateralisme dan sering dilanggarnya hukum hukum internasional," paparnya.

Oleh karenanya, Outlook ASEAN diharapkan membangun momentum untuk memperkuat strategic trust dan kerjasama yang saling menguntungkan.

"Kita ingin ASEAN yang turut berperan dalam menyebarkan nilai-nilai dialog dan kerjasama. ASEAN harus menjadi magnet bagi pengembangan kerjasama dan dialog," sambungnya.

"Saya paham ini bukan sesuatu yang mudah, namun saya yakin misi ini akan dapat dijalankan oleh ASEAN," tegasnya menambahkan.

Selain itu, lanjut Jokowi, untuk terus dapat memainkan peran sentral ke depan satu kunci utama yang diperlukan ASEAN adalah persatuan di tengah tantangan yang sangat besar dan majemuk, baik dari sisi ekonomi, politik, agama hingga sisi etnis.

"Sekali lagi persatuan ASEAN atau ASEAN unity menjadi kunci bagi masa depan ASEAN. Dari waktu ke waktu persiapan ASEAN saya lihat semakin kokoh. Kekokohan persatuan ASEAN inilah yang akan membuat ASEAN yang dapat mempertahankan sentralitasnya," tuturnya.

Dengan ini, kata Jokowi, ASEAN harus dapat mempertahankan relevasi dengan bekerja cepat dan solid. Khususnya dengan dibangunkannya gedung sekretariat ASEAN baru ini.

"Indonesia berusaha memfasilitasi ASEAN dalam bekerja secara efektif dan efisien. Dengan pemikiran itu gedung ini kita bangun. Ke depan sebagaian besar kegiatan ASEAN sudah selayaknya dapat dilakukan di gedung ini," tutupnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya