Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Rakyat Tuntut Standar Kerja Jokowi Lebih Tinggi Di Periode Dua

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 05:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beragam keluhan yang disampaikan rakyat kepada pemerintah terjadi lantaran faktor eksekusi kebijakan yang lamban.

Saking lambatnya, kecepatan rakyat untuk menyampaikan keluhan lebih cepat, mengalahkan kecepatan negara.

Begitu kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (7/8).


“Kebakaran hutan, mati listrik, dan lain-lain itu soal eksekusi. Ini akan terus terjadi hingga negara benar-benar terkepung oleh kecepatan publik yang tumbuh di segala bidang,” urainya.

Atas alasan itu, Joko Widodo yang kembali terpilih sebagai presiden dituntut untuk meninggikan standar kerja. Rakyat ingin di periode kedua Jokowi lebih cepat dalam melakukan eksekusi kerja.

“Sebab kecepatan rakyat tidak bisa dihentikan. Lalu, apakah Pak Jokowi akan menekan kabinetnya? Silakan tetapi pada dasarnya rakyat tidak boleh menunggu,” terang Fahri.

Dia hanya bisa mengingatkan bahwa presiden adalah pesuruh rakyat. Presiden tidak ubahnya pelayan yang dibayar dan diberi fasilitas untuk memberi manfaat.

“Tuntutan rakyat itu nampak kasat mata, meski kita tahu kelembutan hati rakyat Indonesia adalah kemudahan bagi pemimpin kita. Itu semua ada batasnya,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya