Berita

Anggota Komisi V DPR, Nurhasan Zaidi/Net

Politik

PKS: Black Out Di Jawa Sudah Berlebihan

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 12:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Berbagai kalangan menyesalkan terjadinya pemadaman massal atau black out di sejumlah wilayah di pulau Jawa pada Minggu (4/8) kemarin. Termasuk dari kalangan wakil rakyat di DPR RI.

Anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi menilai pemadaman itu sangat merugikan masyarakat. Sebab, black out ini terjadi dalam waktu yang lama.

"(Pemadaman) ini sudah berlebihan. Ini mati listrik sudah nggak bisa ditolerir, panjang begini," ucap Nurhasan kepada wartawan, Senin (5/8).


Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, lambatnya penanganan yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai operator sudah cukup untuk jadi bahan penilaian terhadap profesionalitas perusahaan pelat merah itu.

Pemadaman listrik tersebut, ujarnya, juga berdampak di sejumlah sektor seperti ekonomi dan transportasi. Sehingga perlu ada kompensasi dari negara untuk masyarakat yang terdampak pemadaman.

"Harus ada kompensasi sebagai pelayanan ke pelanggan. Itu namanya negara hadir. Ini negara tidak hadir, nggak profesional," tukasnya.

Seperti diketahui, terjadi black out di sebagian wilayah di Pulau Jawa pada Minggu (4/8). Pemadaman ini berlangsung mulai Minggu siang sampai sekitar pukul 6 sore. Namun, ada sebagian wilayah juga yang listriknya baru kembali menyala pada malam hari.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya