Berita

Wawan, pengusaha soto ayam/Net

Politik

Pengusaha Kecil Ini Telan Kerugian 90 Persen Gara-Gara Listrik Padam

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 00:37 WIB | LAPORAN:

Pemadaman listrik dengan durasi panjang di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten merugikan masyarakat. Tidak hanya pengusaha besar, para pedagang kecil yang berjualan dengan gerobak juga mengalami kerugian signifikan.

Salah satunya dirasakan Wawan, pengusaha soto ayam ceker di Utan Kayu, Jakarta. Pikiran Wawan tak karuan lantaran listrik yang padam sejak pukul 11.45 tidak kunjung menyala. Sebab, usaha yang dikerjakannya tidak maksimal.

"Saya kecewa banget, campur aduk. Kita kan lagi usaha gini, lebih dari lima jam padam lampu, perasaan sudah nggak karuan, ruwet banget," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOL di salah satu tempat dagangannya di dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matraman, Minggu (4/8).


Keluhan Wawan bukan tanpa sebab. Ini lantaran dia hanya mampu berjualan satu gerobak, di mana biasanya dalam sehari ada empat gerobak soto ayam ceker miliknya yang berjualan.

"Karena listrik padam saya hanya berjualan satu gerobak, tiga gerobak lainnya terpaksa nggak bisa karena air PAM nggak jalan saat listrik padam," tuturnya.

Alhasil, keuntungan yang biasa didapat sebesar Rp 8 juta per hari menjadi hilang. Kini, dia hanya mampu merauo untuk sebesar Rp 1 juta saja.

"Saya rugi 90 persen, satu gerobak saat listrik lancar saya dapat dua juta rupiah. Seharusnya delapan juta dari empat gerobak yang mustinya bisa berjualan hari ini," tegasnya.

Kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memonopoli setrum di negeri ini, Wawan meminta untuk menjadikan pemadaman hari ini sebagai pelajaran. Sehingga, tidak ada lagi pemadaman yang terjadi hinggal lebih dari lima jam.

"PT PLN ya tangani secepatnya kalau ada problem, jangan lama-lama. Kasiha lah sama pengusaha kecil," tandasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya