Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu/RMOL

Politik

Padam Massal, Said Didu: Semoga PLN Tidak Kesulitan Uang

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 | 18:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Padamnya aliran listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Jabodetabek hingga Jawa Barat dan Jawa Tengah  sejak Minggu siang (4/8) bukanlah perkara sepele.

Menurut pandangan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, ada tiga hal yang patut dipertanyakan dalam kasus ini.

"Sesui laporan PLN bahwa matinya lampu di DKI dan sekitarnya karena 'rusaknya' beberapa pembangkit menunjukkan bahwa pertama, cadangan siaga tidak cukup," kata Said Didu dalam akun Twitternya hari ini.


Persoalan lain yang perlu ditelisik dalam pemadaman 'massal' ini juga tak bisa lepas dari pemeliharaan. Menurutnya, bisa saja rusaknya beberapa pembangkit lantaran jadwal pemeliharaan tidak present.

"Kemudian sistem interkoneksi Jawa-Bali ada masalah. Ini masalah serius. Semoga bukan karena PLN kesulitan uang," tandasnya.

Wilayah Ibu Kota padam sejak Minggu siang. Bahkan hingga saat ini, sebagian wilayah Jakarta masih dalam kondisi gelap.

Berdasarkan pemaparan pihak PLN, padamnya aliran listrik terjadi lantaran adanya gangguan sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

Kegagalan transfer energi dari timur ke barat ini menyebabkan gangguan di seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa. Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek padam.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya