Berita

Pengamat politik, Adi Prayitno/Net

Politik

Pengamat: Gerindra Jadi Orang Ketiga Di Balik Perseteruan PDIP Dan Nasdem

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 | 11:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Merenggangnya hubungan antara PDI Perjuangan dengan Partai Nasdem ditengarai karena keberadaan 'orang ketiga'. Yang tak lain adalah Partai Gerindra.

Hal itu diungkap Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Orang ketiga dalam hubungan PDI-P dan Nasdem itu adalah Partai Gerindra. Partai yang disambut PDIP, tapi ditolak Nasdem.

Partai Gerindra belakangan memang santer disebut-sebut akan bergabung dengan koalisi pemerintah lewat restu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.


"Saya lihat itu semua gara-gara orang ketiga kan. Orang ketiga itu Gerindra," ujar Adi kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (4/8).

Adi menilai, sebelum isu bergabungnya Gerindra muncul, hubungan PDIP dan Nasdem sebenarnya cukup harmonis dalam pemerintahan.

Tetapi, sambung akademisi UIN Jakarta ini, cara memperlakukan isu Partai Gerindra inilah yang membuat dua partai itu mendadak berseberangan.

"Persoalannya adalah bagaimana memperlakukan orang ketiga ini. Kalau PDIP kan memang ada sambutan, sementara Nasdem menolak," jelasnya.

"Karena bagi mereka (Nasdem), koalisi bukan cuma sudah penuh. Tapi secara ideologi politik, Gerindra kan memang berseberangan," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya