Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/net

Politik

PKB: Demokrat Enggak Jelas Dari Awal, Cocok Merapat Ke Jokowi-Maruf

MINGGU, 21 JULI 2019 | 04:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Satu-satunya partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 yang pantas diterima masuk ke dalam pemerintahan Jokowi-Maruf Amin adalah Partai Demorat.

Begitu dikatakan Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, kepada wartawan di Jalan Raya Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

"Menurut saya Jokowi akan mempertimbangkan tidak perlu ada 02 (koalisi Prabowo) di kabinet, kecuali Demokrat," ungkap Maman.


Menurut Maman, Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto memiliki integritas sebagai oposisi. Sedangkan parpol lain pengusung Prabowo-Sandi yaitu PAN dan PKS lebih cocok di luar pemerintahan.

"Integritasnya kuat jadi oposisi itu Gerindra. Lalu kita meihat PAN dan PKS, nah itu sebaiknya tetap di luar," ucap Maman.

Soal mengapa Demokrat layak bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf, Maman menjelaskan alasannya. Sejak awal kampanye Pilpres 2019 bergulir, partai binaan SBY itu tidak menunjukkan keberpihakan walau berstatus partai pengusung Prabowo-Sandi.

Bahkan, ia menganggap sosok Komandan Kogasma Partai Demokrat yang juga putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, layak menjadi menteri di pemerintahan baru.

"Saya rasa Demokrat dari awal enggak jelas 02 atau 01-nya. Saya rasa ada potensi besar Demokrat dan AHY untuk masuk kabinet," lanjut Maman.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya