Berita

Amien Rais/net

Politik

Ajukan Syarat Tak Realistis, Sebenarnya Amien Ogah Rekonsiliasi

MINGGU, 21 JULI 2019 | 03:37 WIB | LAPORAN:

Syarat rekonsiliasi politik yang disampaikan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, tidak akan mungkin dipenuhi presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikan pengamat sekaligus peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Sabtu malam (20/7).

“Syarat rekonsiliasi itu cukup berat dan tidak mungkin disetujui Jokowi. Tidak realistis pihak yang kalah (koalisi Prabowo Subianto) harus mengambil komposisi kekuasaan hampir 50 persen,” ungkap Adi.


Adi lebih membaca syarat yang diajukan Amien sebagai tanda penolakan terhadap gagasan rekonsiliasi Prabowo Subianto dengan Jokowi.

“Mungkin juga Amien Rais sengaja menawarkan syarat rekonsiliasi yang tak mungkin dipenuhi sebagai bentuk keengganan untuk berdamai dengan Jokowi,” tuturnya.

Atau, Amien ingin menjebak Jokowi dengan penawarannya. Seolah dia berada di pihak yang ingin rekonsiliasi, namun syarat yang terlalu berat membuat kubu pemenang Pilpres tidak bisa mengabulkannya. Sehingga opini yang akan muncul adalah Jokowi-Maruf Amin tidak mau berdamai dengan rivalnya di Pilpres.

Kepada wartawan di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat pada Sabtu pagi, Amien menyampaikan bahwa rekonsiliasi Jokowi-Prabowo dapat terjadi dengan beberapa catatan. Pertama, Jokowi-Maruf mengadopsi ide dan program kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selain itu, pembagian kursi dengan jatah 55 persen kubu Jokowi dan 45 persen kubu Prabowo.

"Ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin," ucap Amien.

"Kalau mungkin, ya alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan. Tapi kalau tidak mau, ya sudah kita di luar, oposisi," tambahnya.
Jokowi dan Prabowo telah melakukan pertemuan bersejarah pada Sabtu pekan lalu (13/7) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Perjumpaan yang hangat dilanjutkan perjalanan menggunakan MRT ke kawasan Senayan untuk makan siang bersama.

Banyak pihak mengartikan pertemuan itu sebagai tanda dibukanya kesepakatan politik di antara dua kubu yang bertanding di Pilpres 2019. Hal ini bisa berarti bergabungnya Prabowo bersama Partai Gerindra ke pemerintahan Jokowi-Maruf.
Orang dekat Jokowi, Pramono Anung, memberi sinyal akan ada pertemuan lanjutan di antara dua tokoh nasional tersebut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya