Berita

Hermawanto/RMOL

Politik

TGPF Kasus Novel Terburuk Sepanjang Sejarah

RABU, 17 JULI 2019 | 21:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) dinilai sebagai yang terburuk sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Direktur Sekolah Konstitusi Indonesia, Hermawanto menilai tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian gagal mengungkap misteri dalam kasus tersebtu.

Sebab, rekomendasi yang dihasilkan setelah enam bulan bekerja tidak mengungkap fakta terkait pelaku penyerangan Novel.


“Tidak ada hasil, tidak ada gunanya apa-apa TGPF ini selama 6 bulan. Mana ada gitu loh TGPF tugasnya mengungkap fakta, menemukan fakta, menemukan temuan-temuan baru terkait dengan siapa pelakunya gitu (malah) hasilnya merekomendasi membentuk tim, ngapain lagi?" tanyanya kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (17/7).

Menurut Hermawanto, hasil investigasi TGPF yang merekomendasikan untuk membentuk tim baru merupakan bukti bahwa tim tersebut tidak mampu bekerja. Sebab, seharusnya tim ini yang melakukan pengungkapan, bukan meminta pembentukan tim baru untuk menyelesaikan tugas.

“Jadi menurut saya ini TGPF paling buruk sepanjang Indonesia merdeka. Menurut saya, mengecewakan dan jangan pernah ditiru oleh generasi milenial," tegasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya