Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Membongkar Hoax

KAMIS, 13 JUNI 2019 | 08:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

APABILA ingin mengetahui bagaimana investigasi dua jurnalis berhasil membongkar sebuah hoax yang sengaja dibuat  demi membenarkan kebijakan penguasa, maka silakan menonton film “Shock and Awe” garapan Rob Reiner tahun 2017.

Sukma film “Shock And Awe” serupa tapi tak sama dengan “All The President’s Men” tentang investigasi dua jurnalis Washington Post yang berhasil membongkar kebusukan skandal Watergate yang akhirnya melengserkan Presiden Richard Nixon.

Hanya beda bahwa yang terobrak-abrik oleh hoax di dalam film “Shock And Awe” bukan dalam negeri tetapi luar negeri Amerika Serikat. Di dalam film garapan Rob Reiner itu dikisahkan bahwa kepemerintahan masa presiden George Bush Jr. sengaja membuat hoax demi membenarkan kebijakan agresi penyerbuan Tentara Nasional Amerika Serikat ke Irak mulai tahun 2003.


Meski dampak kemanusiaan hoax terhadap Irak sebenarnya jauh lebih parah, namun Bush Junior tidak dilengserkan seperti Nixon.

Hoax


Intisari film ”Shock And Awe” berlandaskan tulisan komentar Prof. John Walcott, editor Reuters untuk kebijakan luar-negeri dan sekuriti nasional sebagai berikut:

“Most of the administration’s case for that war made absolutely no sense, specifically the notion that Saddam Hussein was allied with Osama bin Laden. That one from the get-go rang all the bells — a secular Arab dictator allied with a radical Islamist whose goal was to overthrow secular dictators and reestablish his Caliphate? The more we examined it, the more it stank. The second thing was rather than relying entirely on people of high rank with household names as sources, we had sources who were not political appointees. One of the things that has gone very wrong in Washington journalism is ‘source addiction,’ and the idea that in order to maintain access to people in the White House or vice president’s office or high up in a department, you have to dance to their tune. That’s not what journalism is about. We had better sources than she (Judith Miller) did and we knew who her sources were. They were political appointees who were making a political case.  I first met him (Ahmed Chalabi) in '95 or '96. I wouldn’t get dressed in the morning based on what he told me the weather was, let alone go to war “.

Penghargaan

Pada tanggal 5 Februari 2004 dua jurnalis Knight Ridder Newspaper Washington D.C, Warren Strobel and Jonathan Landay yang ditokohkan sebagai dua pemeran utama film “Shock And Awe”, menerima anugrah penghargaan Raymond Clapper Memorial dari Senate Press Gallery untuk mahakarya investigasi jurnalistik membongkar hoax mahakarya laskar inteligens Amerika Serikat tentang ancaman senjata nuklir Irak.

Memang hoax nuklir Irak sengaja kreatif diciptakan demi mempengaruhi bahkan membentuk opini publik AS agar menyetujui agresi militer AS terhadap Irak. Semua itu direkayasa demi menguntungkan industri senjata Amerika Serikat.

Permohonan Maaf


Bisa saja kisah film “Shock And Awe” ternyata juga hoax. Namun apabila kisah pembongkaran hoax yang ditampilkan film “Shock and Awe” ternyata bukan hoax, maka Insha Allah pada suatu hari akan ada presiden Amerika Serikat berkenan memohon maaf kepada rakyat Irak atas hoax persenjataan nuklir Irak bikinan presiden pendahulu yang telah terbukti berhasil memporak-porandakan Irak secara melanggar sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab serta Hak Asasi Manusia.

Namun memang sulit diketahui seberapa jauh kekesatriaan budi pekerti pemerintah Amerika Serikat cukup luhur dan jujur demi mengalahkan harga diri serta arogansi sehingga mau dan mampu mengakui kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya