Berita

Hashim Allyudin/Dok

Jaya Suprana

Hashim Aliyuddin

MINGGU, 09 JUNI 2019 | 07:43 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI Galeri Museum Brunei Darussalam di tengah kota Bandar Seri Begawan terpampang sebuah poster memuat teks sebuah Hadist.

Menurut Hadist Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam yang diriwayatkan Ibnu An-Najar dari Abi Huarihah menyebutkan “Sultan adalah payung Allah di bumi ini sebagai tempat bernaung orang-orang lemah, memberi pertolongan terhadap orang-orang teraniaya. Barang siapa memuliakan Sultan di dunia ini, maka Allah akan memuliakannya pada Hari Kiamat.”

Kesehatan


Tampaknya taxi driver merangkap pemandu kami selama berada di Brunei, Hashim Aliyuddin benar-benar menghayati makna luhur di dalam hadist tersebut.

Sebagai warga Brunei, Hashim secara tulus sangat menghormati Sri Sultan Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah.  

Sultan Brunei memang layak dihormati rakyatnya berkat benar-benar berupaya untuk berperan sebagai payung Allah di Brunei sebagai tempat bernaung orang-orang lemah serta memberi pertolongan terhadap orang-orang teraniaya.

Sultan Hassanal Bolkiah berupaya mewujudkan makna adiluuhur yang terkandung di dalam sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Brunei menjadi kenyataan.

Hashim memberikan kesaksian betapa dia dan istri dan kedua puterinya memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis, kecuali setiap kali membutuhkan perawatan kesehatan membayar biaya administratif kepada sang dokter sebesar 1 dolar Brunei yang setara dengan 10.000 rupiah.

Seluruh biaya perawatan bagi seluruh rakyat Brunei ditanggung oleh kesultanan Brunei Darussalam.

Pendidikan

Dua puteri Hashim menempuh pendidikan di Brunei tanpa harus membayar sepeser pun untuk apa yang disebut sebagai uang sekolah, uang bangku, uang buku, uang gedung, uang seragam, uang studi wisata, atau uang apapun.

Bahkan putri sulung Hashim sudah menyelesaikan studi petroleum engineering di Sydney, Australia atas dukungan bea siswa penuh dari kesultanaan Brunei Darussalam.

Putri bungsu Hashim sedang menempuh studi chemical engineering di perguruan tinggi setempat tanpa harus membayar sesen pun biaya pendidikan yang seluruhnya dipikul oleh kesultanan Brunei Darussalam.

Perumahan


Sebagai warga Brunei, Hashim memperoleh fasilitas perumahan sangat memadai di Kuala Beruang sebagai kawasan subur kota Bandar Seri Begawan yang pada tahun 2019 dinobatkan sebagai The Capital of Islamic Culture untuk Wilayah Asia oleh organisasi pendidikan dan kebudayaan Islam sedunia.

Sebagai seorang taxi driver sambil secara sampingan merangkap pemandu wisata, Hashim berhasil memiliki sebuah rumah dua tingkat lengkap dengan lahan kebun dan garasi tanpa DP (down payment) dengan pinjaman tanpa bunga alias riba yang dapat dicicil selama 30 tahun.

Hashim memiliki tiga mobil masing-masing untuk isterinya, puteri sulungnya dan dirinya sendiri sebagai sarana mencari nafkah. Bahkan akibat seluruh kebutuhan pendidikan, kesehatan dan perumahan sudah dipenuhi pemerintah maka Hashim juga punya kelebihan dana cukup untuk membeli sebuah moge merek Suzuki dan dua bag peralatan golf demi memuaskan hobi pribadinya di waktu senggang.

Di waktu liburan, Hashim gemar bertamasya sampai ke Pontianak dan Bali. Liburan mendatang, Hasyim rencana ngelencer ke Bandung. Jakarta sengaja dihindari demi tidak terjebak macet yang tidak pernah terjadi di Bandar Seri Begawan.

Tidak Sempurna


Tiada kesempurnaan di alam semesta ini. Maka kebahagiaan Hashim juga tidak sempurna. Sebagai seorang penggemar rokok, Hashim merasa sangat tidak bahagia hidup di sebuah negeri yang secara resmi total melarang perokok merokok di tempat umum.

Tidak ada penjual rokok di Brunei Darussalam. Hashim terpaksa membeli rokok di pasar gelap dengan harga bukan alang kepalang muahual. Jika ingin merokok, Hashim tidak berani melakukannya di dalam kota Bandar Seri Begawan bahkan di dalam rumahnya sendiri karena harus menghadapi protes, omelan dan cemooh isteri dan kedua putrinya yang radikal anti rokok!

Ketika memandu kami sampai ke pelosok desa Lamunin (di mana kita mampir di sebuah warung makan dengan koki dan seluruh pelayan berasal dari Jawa Timur) di dekat danau Tasek Marimbun serta bertamu ke gubuk warga Dayak Iban di pedalaman Kuala Ungar, Hashim juga sangat menderita sebab tidak bisa leluasa merokok di hadapan kita.

Setiap kali usai makan siang dan malam bersama, selalu Hashim menyelinap hilang. Ternyata Hashim sigap menyembunyikan diri demi cepat-cepat menghirup asap rokok kegemarannya di tempat yang aman dari jangkauan pantauan kami dan polisi.

Denda merokok di ibukota Brunei 300 dolar Brunei!

Lazimnya para warga Indonesia yang kami jumpai bekerja di hotel, restoran, super market rata-rata mengeluh bosan karena hidup di Brunei aman tenteram damai tetapi monoton sunyi sepi akibat tidak ada hiburan duniawi apalagi hiburan malam.


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kebudayaan


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya