Berita

Jaya Suprana

Menyejahterakan Rakyat

KAMIS, 06 JUNI 2019 | 22:39 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA berada di Ibukota Kerajaan Brunei Darrusalam, Bandar Sri Begawan, saya sempat jahil bertanya kepada driver merangkap pemandu saya tentang kenapa rakyat Brunei tidak pernah demo. Reaksi warga Brunei itu mirip ekspresi wajah warga Uni Emirat Arab ketika saya mengajukan pertanyaan yang sama di Dubai. Tampaknya mereka berdua terheran-heran kenapa saya sampai harus mengajukan suatu pertanyaan yang sebenarnya sangat absurd maka tidak perlu dipertanyakan.

Sejahtera

Di Uni Emirat Arab maupun Brunei Darussalam rakyat tidak punya alasan untuk repot turun ke jalan demi berdemo. Cita-cita yang tersirat di masyarakat adil dan makmur berhias suasana keadilan sosial sudah tercapai bagi seluruh rakyat UEA dan BD. Sekolah gratis bagi setiap warga negara tanpa kecuali, bahkan beasiswa diberikan untuk siswa berbakat melanjutkan studi perguruan tinggi di luar negeri.


Memang rakyat wajib sekolah namun bukan wajib bayar uang sekolah, gedung, buku, seragam, studi wisata atau uang entah apa lagi. Pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat. Namun tidak total gratis sebab wajib bayar 1 dolar Brunei sebagai uang administratif untuk para dokter. Perumahan memang tidak gratis, namun setiap warga dapat jatah hak membangun rumah masing-masing tanpa beban bunga alias riba yang memang dilarang agama Islam.

Karena sistem kepemerintahan Brunei Darrusalam memang bukan demokratis namun monarkis alias kerajaan, maka tidak ada permusuhan antarwarga soal Capres akibat Pilpres dengan segenap unsur keributan, mulai dari quick-count, real-count, jajak pendapat, polling, kampanye, janji kampanye atau saling membenci sehingga saling lapor ke polisi atas dugaan membuat dan menyebar hoax, ujaran kebencian apalagi makar.

Brunei Darrusalam sama sekali tidak mengenal masalah golput sebab warga tidak merasa perlu memiliki hak, apalagi kewajiban untuk memilih. Brunei Darrusalam sebagai sebuah negara yang sama sekali tidak demokratis terbukti mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat secara lebih baik ketimbang negara yang mengakui dirinya sendiri sebagai negara demokratis seperti Amerika Serikat, India, dan Indonesia.

Demokrasi

Uni Emirat Arab, Kuba, Korea Utara, dan Brunei Darrusalam membuktikan bahwa demokrasi bukan satu-satunya sistem menyejahterakan rakyat. Demokrasi cuma buatan manusia, sementara manusia adalah ciptaan Yang Maha Kuasa. Maka jelas bahwa kepentingan ciptaan Tuhan hukumnya wajib diposisikan jauh di atas kepentingan ciptaan manusia belaka.

Jangan sekali-kali memberhalakan demokrasi sebagai tujuan karena demokrasi sekadar sebuah alat. Demokrasi hanya sebuah alat untuk dimanfaatkan umat manusia demi meraih tujuan yang jauh lebih mulia yaitu demi membangun negara, bangsa dan rakyat yang hidup bersama di sebuah negeri gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta rahardja. Merdeka!


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya