Berita

Istimewa

Nusantara

Wisatawan Amerika Terpikat Dengan Festival Patrol Banyuwangi

SENIN, 13 MEI 2019 | 02:53 WIB | LAPORAN:

Festival musik patrol di Banyuwangi berlangsung meriah. Beragam alat musik dari bambu yang dimainkan dengan atraktif oleh para peserta berhasil memukau ratusan pengunjung yang menyaksikan. Tak hanya warga Banyuwangi, bahkan rombongan wisata asal Amerika Serikat juga turut terpikat dengan aksi belasan grup patrol Banyuwangi ini.

Pada hari kedua pelaksanaan, festival ini berlangsung lebih meriah, Sabtu malam (11/5). Usai solat tarawih, ratusan orang berbondong-bondong menuju Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) untuk melihat festival musik tradisional ini.

Tampak hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama rombongan pelaku wisata dari Amerika Serikat. Mereka pun sangat tertarik dengan tradisi musik lokal warga Banyuwangi. Bahkan saat didaulat untuk maju ke depan bersama Bupati Anas, mereka ikut menirukan gaya pemain patrol.


Sambil memegang kentongan, Jesse Guerra dengan riangnya ikut berteriak Sahur, sahur. Tak hanya sekali, sambil antusias memainkan alat musik bambu, dia berteriak lagi. "Sahur, Sahur, sahur," lantang Guerra, koordinator biro perjalanan wisata AS wilayah Midwest asal Illinois tersebut.

Musik Patrol adalah musik tradisional yang menggunakan bambu sebagai medianya. Musik ini banyak dimainkan warga saat Ramadan untuk membangunkan orang dari tidur supaya segera sahur.

Bupati Anas mengatakan bahwa patrol adalah bagian tradisi Ramadan warga Banyuwangi sejak dulu. Festival ini digelar, lanjut dia, sebagai upaya melestarikan tradisi permainan alat musik bambu ini.

"Ini adalah bagian tradisi yang tidak boleh lekang. Kami ingin agar musik patrol ini bisa terus dimainkan anak-anak kita dan generasi penerus. Untuk itu, festival ini setiap tahun digelar agar musik patrol ini tetap hidup di antara warga," kata Anas.

Belasan grup musik patrol yang tampil pada malam itu sangat atraktif. Diiring alat musik bambu, seperti seruling, therotok, gong, tempal, kentongan pethit, mereka membawakan berbagai lagu dengan syair Islami dalam bahasa daerah setempat. Ada yang berbahasa Using (suku asli masyarakat setempat), ada Jawa, juga ada Madura. Ditunjang dengan kostum panggung yang tematik, menjadikan penampilan setiap grup terlihat menarik di atas panggung.

"Atraktif sekali. Kostum-kostumnya sangat lokal dan ini menarik," puji Ivonka Knight salah satu rombongan pelaku wisata yang malam itu hadir menyaksikan festival patrol.

Ivonka mengaku sangat beruntung bisa datang ke Banyuwangi dan bisa melihat langsung pertunjukan musik tradisional ini.

"Saya senang melihat pertunjukan ini. Para pemainnya adalah orang-orang yang kreatif. Mereka bisa mengkolaborasikan musik tradisionalnya dengan tarian yang menarik. Saya menghargai upaya daerah ini yang melestarikan tradisinya," kata Ivonka.

Festival Patrol ini berlangsung meriah. Berlangsung hingga lewat tengah malam, ratusan penonton tetap memadati lokasi acara untuk menyemangati para pemain.

Sekedar diketahui, Banyuwangi tengah menerima koordinator Biro Perjalanan Wisata AS Wilayah Midwest Jesse Guerra, yang mengoordinasi pelaku wisata di sejumlah negara bagian seperti Ohio, Michigan, Kansas, Minnesota, Indiana, Wisconsin, Iowa, Missouri, dan Illinois.

Bersama Guerra, juga turut 11 pelaku wisata lainnya dari wilayah Midwest. Mereka tengah menjajaki kerjasama pariwisata dengan pelaku wisata Banyuwangi yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya