Berita

Ahok d an Anies/Dok Jaya Suprana

Jaya Suprana

Pembangunan Berkelanjutan Jakarta

MINGGU, 05 MEI 2019 | 06:28 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADA semacam tradisi terkait banjir di Jakarta. Setiap kali banjir kembali melanda kota Jakarta, setiap kali pula netizen (warga dunia maya) maupun citizen (warga dunia nyata) tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk sibuk menyaci-maki Gubernur Jakarta dungu, goblok, brengsek, pemalas, tidak berdaya maka tidak layak jadi Gubernur sebab terbukti tidak becus menanggulangi banjir.

Sementara juga sudah menjadi tradisi bahwa sang Gubernur sibuk membela diri sambil sibuk menyalahkan gubernur pendahulunya. Tradisi saling menyalahkan pada hakikatnya mubazir karena segenap pihak hanya memboroskan energi lahir-batin untuk lebih sibuk mencari Siapa yang bersalah ketimbang Apa yang salah. Namun banjir akhir April 2019 ternyata beda.

Beda


Kantor berita politik RMOL 2 Mei 2019 memberitakan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bukan menyalahkan namun malah berterima kasih kepada mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama karena dinilai mampu mengurangi banjir yang kerap melanda Ibukota. Anies menilai bahwa banjir yang terjadi saat ini lebih sedikit ketimbang zaman kepemimpinan Basuki.

"Saya terima kasih (kepada) semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait dengan banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki," kata Anies saat ditemui di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis 2 Mei 2019.

Anies sadar jika bencana banjir yang belakangan kembali terjadi tak seberapa dibanding sebelumnya. Hal itu dilihat berdasarkan jumlah korban terdampak dan jumlah pengungsi. Meski sama-sama mengalami banjir, namun jumlah pengungsi saat ini cenderung lebih sedikit. Hal itulah yang menjadi tolak ukurnya untuk menilai banjir kali ini tak separah sebelumnya.

"Jadi beliau (Basuki) memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan dengan apa yang saya alami kemarin, hanya 1.600 orang yang mengungsi. Pada waktu beliau yang bertugas sampai 200 ribu lebih orang yang harus mengungsi," tandas Gubernur Anies.

Berkelanjutan

Layak dihargai, sikap Anies Baswedan alih-alih menyalahkan malah memuji Gubernur Jakarta pendahulunya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama. Anies cukup jujur dan bijak untuk mengakui bahwa kota Jakarta bukan dibangun secara mendadak langsung-jadi oleh dirinya sendiri saja. Ibarat lomba lari maka pembangunan kota Jakarta bukan lomba lari 100 meter tetapi lomba maraton sekaligus estafet. Memang de facto, kota Jakarta dibangun oleh bukan seorang tetapi beberapa gubernur secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Pembangunan Jakarta merupakan karsa dan karya berkelanjutan segenap kepala daerah Jakarta sejak tahun 1945.

Terima Kasih

Ucapan terima kasih layak diberikan kepada Anies Baswedan yang telah menampilkan keteladanan sikap seorang abdi rakyat yang mampu dan mau menghormati serta menghargai karsa dan karya gubernur pendahulunya. Basuki Tjahaja Purnama memang layak dihormati dan dihargai karena telah berupaya maksimal membangun kota Jakarta sedemikian rupa sehingga meringankan beban tugas Anies Baswedan melanjutkan tata laksana pembangunan kota Jakarta.  Merdeka!

Penulis adalah rakyat yang mendambakan para pemimpin bukan saling menyalahkan namun saling mendukung.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya