Berita

Foto: Net

Nusantara

Dianggap Provokasi Warga, Anies Diminta Beri Peringatan Anggota TGUPP

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didesak untuk memberi peringatan keras terhadap Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Togar Silaban karena dinilai telah memprovokasi warga.

Perwakilan Penghuni dan Pemilik Apartemen Apartemen Kalibata City, Syachrul Amiruddin menuturkan, Togar Silaban seharusnya turut menyosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 132/2018 tentang Pengelolaan Rumah Susun Milik/Apartemen. Tapi yang terjadi, kata Syachrul, Togar malah memprovokasi warga dengan menyelipkan pembahasan nilai Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) pada acara sosialisasi di Apartemen Kalibata City pada Minggu (31/3) lalu.

"Acara sosialisasi Pergub ini menghadirkan Ibu Meli Budiastuti dengan pemaparan yang cukup konstruktif, menampilkan slide-slide presentasi selepas itu entah dari mana ada tim TGUPP yang detahui bernama Togar Silaban dipersilakan berbicara oleh Ibu Meli untuk menambahkan sebagai penghormatan. Di sinilah kericuan itu bermula," kata Syahrul dalam keteranganya, Jumat (5/4).


Syahrul menjelaskan, besaran iuran IPL lama ini sudah disepakati oleh pengelola dan penghuni.

"Pembahasan IPL tersebut sudah selesai dan seharusnya dibahas setelah dibentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS)," ujarnya.

Dia menilai sikap perwakilan TGUPP tersebut tidak baik dan mengarah ke arah provokatif.

Dia berharap Anies bisa segera menindak salah satu anggota TGUPP dan memberikan sanksi tegas.

"Atas kejadian ini kedepannya saya dan warga Kalibata City akan melayangkan nota protes , ini semata-mata untuk memberikan masukan agar kedepannya para pembantu Gubenur bisa bekerja secara profesional dan memegang etika,” pungkas Syahrul.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya