Berita

Foto:Net

Politik

Bambang Soesatyo: Ulama Dan Santri Harus Jadi Penyejuk

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 18:10 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi sikap para kiai dan santri yang telah menjadi penyejuk di tengah suasana kebangsaan yang semakin menghangat akibat Pemilu serentak 2019. Kehadiran kiai dan santri di tengah masyarakat bukan hanya telah mengajarkan bagaimana menggapai kehidupan akhirat saja, tetapi juga menjadi teladan bagaimana membangun hubungan yang baik antar sesama manusia.

"Hubungan secara vertikal manusia kepada Allah dan hubungan secara horizontal sesama manusia harus dijalankan dengan selaras. Jangan karena akibat Pemilu, kita politisasi agama dan mengatasnamakan Tuhan hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan. Ingat, sebagai makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia seharusnya menunjukan perilaku yang beradab. Bukan perilaku yang merusak dan tidak bermoral," ujar Bamsoet sapaan akrab politisi Golkar itu usai acara Istiqhosah Forum Kiai dan Santri Kabupaten Kebumen (FKSK), di Hotel Mexolie Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (4/4).

Dalam forum yang diadakan sebagai ajang silaturahmi dan istighotsah ini juga dilangsungkan 'Deklarasi Seribu Kiai dan Santri Kabupaten Kebumen' mendukung pasangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019. Dukungan tersebut datang sebagai wujud kecintaan dan apresiasi para kiai dan santri atas berbagai capaian yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi selama memimpin Indonesia pada periode 2004-2009.


Turut hadir dalam acara ini antara lain Kiai Nasir Ghozali (Pondok Pesantren Lirboyo Kediri), Kiai Bahmad (Ponpes Pesantren Sarang Kediri), Kiai Badrudin Zein (Pondok Pesantren Sarang Rembang), Kiai Masdar (Pondok Pesantren Api Tegalrejo Magelang), Kiai Mudzakir (Pondok Pesantren Mbendo Pare Kediri), Gus Mahin (Pondok Pesantren Jampes Kediri), Kiai Lutfi Imam (Pondok Pesantren Darusalam Watucongol Magelang), Kiai Agus Susanto (Pondok Pesantren An Nawawi Berjan Purworejo), Kiai Zuhdi Ma'ruf (Pondok Pesantren Nurul Hidayah Kebumen), Gus Fachrudin (Pondok Pesantren Al Kahfi Kebumen), Kiai Juned (Pondok Pesantren Al Huda Jetis Kebumen), Kiai Bustomi (Pondok Pesantren Al Hasani Kebumen), Halimah Nurhayati (Tim Pemenangan Daerah Jokowi - KH Maruf Amin) serta kiai dan santri dari pondok pesantren lain di Kebumen.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan, dukungan yang datang dari para kiai dan santri ini membuktikan bahwa tuduhan pemerintahan Presiden Jokowi anti Islam tidaklah benar. Tuduhan tersebut tidak lebih dari berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) yang ditunjukan oleh berbagai pihak yang panik karena tidak mampu menyaingi kinerja Presiden Jokowi dalam memajukan Indonesia.

"Walaupun banyak didukung oleh para kiai dan santri, namun pasangan Jokowi-Maruf tidak akan menggunakan cara-cara kotor mempolitisasi agama. Karena itu, para pendukung juga harus menjaga kondusifitas masyarakat, sehingga jangan sampai terjadi gejolak apalagi benturan. Kita tunjukan bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Alamin," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengajak masyarakat agar mewujudkan dukungan yang sudah dideklarasikan dengan secara langsung mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 nanti. Karena terpilih atau tidaknya pasangan Jokowi-Maruf akan ditentukan bukan dari seberapa banyak deklarasi yang dilakukan, melainkan dari seberapa banyak pendukung yang menggunakan hak pilihnya.

"Pasangan Jokowi-Maruf adalah pemimpin yang sudah teruji dan terbukti track recordnya. Kalau sudah ada yang teruji, buat apa pindah ke lain hati. Tanggal 17 April nanti, coblos pasangan Capres Jokowi-Maruf, untuk Indonesia yang semakin sejahtera, Indonesia menang, maju bersama," pungkas Bamsoet.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya