Berita

Foto:Repro

Nusantara

Viral Dari Yogyakarta, Bocah Kecil Nangis Tempat Bermainnya Rata Dengan Tanah

SELASA, 26 MARET 2019 | 14:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Viral di media sosial bocah kecil berseragam Sekolah Dasar (SD) mengayuh sepeda sepulang sekolah dan mendapati tempat bermainnya rata dengan tanah. Terlihat sejumlah alat berat mengeruk sisa puing-puing reruntuhan bangunan dan pepohonan yang telah ditebang.

Sontak bocah kecil itu menangis sejadi-jadinya dan berteriak meluapkan kesediahannya. Cuaca hujan deras menambah tangis haru si bocah yang merasa kehilangan tempat bermainnya.

"Ya Allah ya Allah," teriak bocah kecil itu sambil menangis dan di sekelilingnya nampak seorang ibu-ibu berteriak "Allahu Akbar, Allahu Akbar".


Pemandangan itu terjadi di Kulon Progo, Jogjakara, dimana ratusan bangunan luluh lantah akibat keangkuhan dan keserakahan atas nama pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).

New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) adalah sebuah bandara internasional yang sedang dibangun di Kabupaten Kulon Progo. DI Yogyakarta.

Bandara ini direncanakan akan menggantikan Bandara Internasional Adisutjipto yang sudah tidak mampu lagi menampung kapasitas penumpang dan pesawat.

Bandara tersebut berdiri di atas tanah seluas 600 hektar dan diperkirakan menelan biaya Rp 6 triliun.

Bandara tersebut juga akan memiliki terminal seluas 106.500 meter persegi dengan kapasitas 10 juta penumpang per tahun.

Bandara NYIA diperkirakan bakal memiliki hanggar seluas 371.125 meter persegi yang direncanakan bakal sanggup menampung hingga sebanyak 28 unit pesawat.

Adalah akun twitter @JDAgraria yang memposting video berdurasi kurang lebih 25 detik itu. Kolom komentar dan like pun membanjiri wall akun twitter tersebut.

"Si bocah kecil (dalam video) yang baru pulang sekolah dengan mengayuh sepeda dan mendapati ruang bermain di desanya mulai dirusak alat berat proyek bandara NYIA," tulis akun Twitter @JDAgraria, Selasa (26/3).

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya