Berita

Jokowi-Romi/Net

Publika

Tertangkapnya Romi Dan Tanda-tanda Kekalahan Jokowi?

SABTU, 16 MARET 2019 | 10:16 WIB

TERTANGKAPNYA Romi, M. Romahurmuzy, Ketum PPP yang didukung Istana pada Jumat pagi (15/3) kemarin di Depan Hotel Bumi Surabaya, semakin perlihatkan rapuhnya pertahanan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

Dengan peristiwa penangkalan ini pasti membangun presepsi publik bahwa selama ini Jokowi sebagai Presiden dan Capres di kelilingi atau "piara" para koruptor.

Isu koruptor dan korupsi di sekitar koalisi partai koalisi yang dukung paslon 01 semakin terkuak kebenarannya. Belum lama kader PDIP sebagai Bupati Kota Waringin Timur (Kotim) juga ditangkap KPK karena terbukti korupsi Rp 5,8  triliun dalam perizinan tambang. Meski banyak ktirikan dari aktivis dan publik atas kasus korupsi bupati Kotim itu, tapi anggota partai koalisi pendukung 01 diam seribu bahasa.


Romi, dianggap sangat berjasa menggolkan Kiai Maruf Amin, Ketua MUI dan Ketua Suriah NU sebagai Cawapres Jokowi. Dan itu disetujui oleh semua ketum partai pendukung Paslon 01. Meski sebelumnya Mahfud MD sudah dijagokan sebelumnya tapi di last minute, Maruf Amin terpilih.

Pilihan Capres Jokowi gugurkan Mahfud MD ini tamparan keras bagi sejumlah kalangan termasuk Mahfud MD sendiri. Mahfud MD pernah ingat Romi. "Jangan main-main."

Tertangkapnya Romi di Surabaya pada hari Jumat pagi itu adalah terkabulnya doa Mahfud MD yang terzalimi karena perbuatan Jokowi sebagai Capres dan Romi? Wallhu'alam.

Tapi yang jelas tertangkap Romi sebagai ketum PPP dan orang dekat Jokowi ini adalah tamparan telak dan keras bagi pertahana koalisi Capres 01. Meski dibantah oleh Erick Tohir sebagai Ketua KTN yang bilang kasus Romi tidak akan pengaruhi elektabilitas Jokowi. Ibarat suatu gumaman sunyi untuk hibur diri di tengah sepinya sambutan rakyat terhadap paslon 01 di berbagai daerah.

Lain lagi dengan Denny JA, bos LSI bilang elektabilitas Jokowi akan naik 2 oersen dengan tertangkapnya Romy. Apakah mungkin Denny JA yang dituding Djoko Edhi Abdurahman dibayar Rp 43 miliar itu, sudah siapkan prosentasi untuk naikkan 2 persen duluan baru dirilis dengan alasan Jokowi tidak pandang bulu?

Nah pertahanan di kubu-kubu paslon 01 ini dengan membangun opini dalam kalkulasi politik dan politis semata tanpa pertimbangkan akal sehat publik ini hanya upaya hibur diri belaka.

Karena kasus tertangkap Romi adalah pengumuman rapuhnya pertahanan paslon 01 yang ternyata selama ini di kelilingi para koruptor tak terbantahkan. Sebelumnya adalah Ketum dan Sekjen Golkar. Semuanya itu memperkuat asumsi publik dan masyarakat luas bahwa paslon 01 memang tak perlu didukung lagi.

Pembusukan paslon 01 bukan saja dari kasus penangkan Romi semata. Tetapi konflik internal soliditas paslon 01 semakin rapuh dengan saling tengkar antara PDIP vs PS dalam isu Perda Syariah. Juga kritikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung yang anggap Partai Nasdem sebagai partai punya niat jahat karena dianggapnya mau merebut kader-kader Golkar.

Nah, semakin dekat Pilpres 17 April yang tinggal menghitung hari, Paslon 01 dirudung berbagai masalah yang membuat lemah dan rapuh pertahanannya.

Dan semuanya itu akan menjadi api dalan sekam untuk melumat Capres 01 yang sudah dicap publik sebagai ingkar 66 janji-janji politik 2014 dan dianggap pembohong. Maka kekalahan Joko Widido-Maruf Amin sudah semakin nyata.

Muslim Arbi
Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya