Berita

BPJS Kesehatan/Net

Politik

BPN Duga Ada Kebocoran Di BPJS Kesehatan

SABTU, 09 MARET 2019 | 15:21 WIB | LAPORAN:

Defisit anggaran menjadi salah satu penyebab pelayanan kesehatan dalam negeri di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kurang maksimal.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hermawan Sahputra menduga defisit itu terjadi karena ada anggaran yang bocor.

"Karena itu, kita melihat BPJS (Kesehatan) ini mungkin ada yang jebol (bocor)," duganya dalam diskusi bertajuk ‘Menuju Debat III, Menakar Visi Kesehatan’ di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3).


Untuk melihat ada tidaknya kebocoran itu, Hermawan memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam saat nanti pasangan nomor urut 02 terpilih.

"Prabowo-Sandi akan melakukan evaluasi, akan ada penghitungan kembali dari iuran BPJS. Sekarang yang menjadi persoalan besar kita adalah BPJS," pungkasnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan RI telah menggelontorkan dana tambal untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp 10,5 triliun.

Perlu diketahui, pasal 16 Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 telah mengamanatkan bahwa besaran iuran BPJS harus ditinjau setiap dua tahun lamanya.

Sementara itu, sejak tahun 2016, kurang lebih 250 juta pemegang kartu BPJS Kesehatan membayar iuran kepersetaan anggota BPJS Kesehatan Kelas 1 per bulannya mencapai Rp 80 ribu, Kelas II Rp 51 ribu, dan Kelas 3 Rp 25.500.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya